logo rilis

Jenis Kelamin Anak Bisa Didapatkan Calon Pengantin di Kursus Pranikah
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
22 November 2019, 19:00 WIB
Jenis Kelamin Anak Bisa Didapatkan Calon Pengantin di Kursus Pranikah
Ilustrasi menikah. FOTO: Pixabay

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengatakan, keinginan calon pasangan untuk bisa mendapatkan jenis kelamin anaknya nanti baik perempuan maupun laki-laki bisa didapatkan dari bimbingan pranikah dalam program sertifikasi perkawinan yang sedang dibahas oleh pemerintah.

Menurut Hasto, hal itu dilakukan untuk menarik minat calon pasangan yang akan menikah agar mau mengikuti bimbingan pranikah untuk sertifikasi perkawinan.

"Kita akan mengemas semenarik mungkin supaya calon pengantin mau datang ke kursus pranikah," kata Hasto di kantor Kementerian Kominfo Jakarta, Jumat (22/11/2019). 

Hasto yang ditunjuk oleh Menko PMK untuk memimpin perumusan program sertifikasi perkawinan berjanji akan mengemas program pelatihan pranikah semenarik mungkin agar memunculkan minat masyarakat.

Sertifikasi perkawinan yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan hingga saat ini masih dalam pembahasan di bawah koordinasi kementerian koordinator tersebut.

Rencananya, materi dalam bimbingan pranikah di sertifikasi perkawinan akan meliputi bidang kesehatan, pengasuhan anak, pendidikan agama, bidang keuangan, dan hukum dalam keluarga. Sertifikasi perkawinan ini dimaksudkan untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul di masa mendatang.

Di bidang kesehatan, Hasto yang merupakan dokter spesialis kebidanan dan kandungan memberikan kisi-kisi materi apa saja yang akan diberikan pada bimbingan pranikah seperti imunisasi pranikah, perencanaan kehamilan, cara mengatasi mual muntah saat kehamilan, mengenali tanda bahaya kehamilan, cara merawat anak dalam seribu hari pertama kehidupan, dan lain-lain.

Hasto menjabarkan bahwa rendahnya kualitas SDM Indonesia pada sebagian penduduk dipengaruhi dari tidak berkualitasnya proses reproduksi masyarakat itu sendiri.

"Banyaknya gangguan kesehatan pada proses kehamilan berperan besar terhadap pembentukan SDM Indonesia," paparnya. 

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID