logo rilis

Jenazah Ilmuwan Palestina Akan Dipulangkan ke Gaza
Kontributor
Syahrain F.
23 April 2018, 01:29 WIB
Jenazah Ilmuwan Palestina Akan Dipulangkan ke Gaza
Sayap militer kelompok Hamas Brigade Izzudin al-Qassam berjaga di sekitar rumah ilmuwan Palestina yang dibunuh di Malaysia, Dr Fadi al--Batsh, di kamp pengungsian Jabalia, Gaza, Sabtu (21/4/2018). Credit: AP/Adel Hana

RILIS.ID, Kuala Lumpur— Jenazah dosen sekaligus imam warga Palestina Dr Fadi M R Al-Batsh Fatma yang ditembak mati orang tidak dikenal di Malaysia akan dibawa pulang ke Gaza, atas permintaan keluarganya.

Duta Besar Palestina di Malaysia, Datuk Dr Anwar Al Agha, di Kuala Lumpur, kemarin (22/4/2018) mengatakan, pihaknya sudah berupaya memproses pemulangan jenazah Fadi ke Gaza.

Namun, menurutnya proses itu mungkin memerlukan beberapa waktu.

Anwar mengatakan, kedutaan sudah menghubungi semua pihak terkait, termasuk pemerintah Mesir--yang akan menjadi pintu masuk ke Gaza dari perbatasan Rafah.

"Kami menerima petunjuk yang jelas dari Presiden Palestina, Mahmoud Abbas untuk mengurus segala perlengkapan terkait kepulangan Fadi dan keluarganya ke Gaza," katanya.

"Kami perlu berbicara dengan Pemerintah Mesir. Karena kami akan membawa jenazah dari Kaherah untuk ke Gaza. Ini bukan perkara mudah kerana kami perlu menghormati undang-undang negara terkait," katanya.

Pada kesempatan terpisah Kepala Polisi Diraja Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Mohamad Fuzi Harun mengatakan, menurut catatan MERS 999, panggilan darurat diterima pada pukul 06:01, sebelum mobil patroli diinstruksikan untuk ke lokasi pada pukul 6.44 pagi.

"Polisi mengumpulkan semua informasi yang mereka miliki sambil menunggu sketsa tersangka. Kami belum mengkonfirmasi apakah mereka yang terlibat adalah orang Eropa, ini didasarkan pada pernyataan awal yang dicatat dari saksi," katanya.

Dia mengatakan, polisi juga mengidentifikasi motif kasus tersebut serta keterkaitannya dengan konflik di Palestina.

Pada Sabtu (21/4) sekitar jam 06.00 pagi waktu setempat, korban ditembak mati ketika berjalan ke masjid di di Jalan Gombak, Setapak, untuk menunaikan sholat Subuh.

Hamas pada pernyataan awalnya menduga kuat agen intelijen Israel Mossad berada di balik serangan yang mirip dengan pembunuhan tokoh perlawanan Palestina sebelumnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)