logo rilis
Jembatan Widang Ambrol, Ini Solusi Kemenhub Urai Kemacetan saat Lebaran
Kontributor
Fatah H Sidik
18 April 2018, 14:56 WIB
Jembatan Widang Ambrol, Ini Solusi Kemenhub Urai Kemacetan saat Lebaran
Jembatan Widang, Tuban, Jawa Timur, ambrol pada Selasa (17/4/2018) siang. FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memastikan arus mudik Lebaran takkan terganggu oleh ambrolnya Jembatan Widang, Tuban, Selasa (17/4/2018). Alasannya, sudah mengantisipasi dan memetakan tindakan yang harus dilakukan.

Misalnya, kendaran kecil, baik dari arah Tuban maupun Lamongan, diperkenankan melintasi Jembatan Widang Baru. Demikian dikatakannya via siaran pers di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

"Kendaraan dari arah Lamongan yang sudah terlanjur masuk antrean memasuki Jembatan Widang Baru, akan diatur secara bergantian. Kemudian, kendaraan kecil, baik dari arah Lamongan sampai arah Tuban, bisa menggunakan Jembatan Widang Baru secara bersamaan," ujarnya.

Sedangkan untuk truk barang dari arah Surabaya ke Tuban, bakalbakal diarahkan dari Paciran-Gondong-Tuban. Lalu, kendaraan yang sudah masuk ke arah Lamongan, akan diarahkan ke Cepu-Blora-Purwodadi. Adapun kendaraan dari arah Tuban ke Surabaya, akan dialihkan ke Jalan Dendles-Tuban-Gondong-Paciran-Surabaya.

Kementerian Perhubungan juga menyiapkan alternatif lain. Pertama, memindahkan angkutan truk menggunakan kapal roll on-roll off (RoRo) dari Surabaya ke Semarang. Diharapkan satu kapal RoRo bisa mengangkut 200 truk.

Kedua, mengefektifkan angkutan-angkutan massal seperti bus. Akan diberikan sejumlah bus yang beroperasi antara Semarang-Surabaya untuk memindahkan mobil-mobil dengan kapasitas kecil.

"Bila dimungkinkan, kita akan memberikan suatu semacam mudik gratis dari Surabaya-Semarang atau sebaliknya. Sehingga, kepadatan lalu lintas mobil-mobil kecil bisa ditekan," tambahnya.

"Jadi, kami akan diskusikan segera dengan Dishub Jateng dan Dishub Jatim, supaya daerah ini menjadi suatu perhatian untuk menghadapi Lebaran ini," tuntas Budi.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)