logo rilis
Jembatan Kembar Widang Ambrol, Satu Orang Tewas
Kontributor
Budi Prasetyo
17 April 2018, 16:09 WIB
Jembatan Kembar Widang Ambrol, Satu Orang Tewas
Jembatan Widang di Tuban, Jawa Timur yang ambrol. FOTO: Whatsapp

RILIS.ID, Tuban— Jembatan kembar yang menghubungkan Kecamatan Widang, Tuban dan Kecamatan Babat di Lamongan, Jawa Timur ambrol.

Ambrolnya jembatan tersebut terjadi pada pukul 11.00 WIB, Selasa (16/4/2018). 

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Polisi Frans Barung Mangera, sekitar pukul 11.00 WIB, jembatan kembar sisi barat wilayah Kecamatan Widang, Tuban tiba-tiba ambrol sehingga mengakibatkan 3 dump truk dan 1 sepeda motor tercebur ke air.

"Dari data yang dihimpun, empat kendaraan ikut tenggelam," katanya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kata Frans, satu korban tewas akibat ambruknya jembatan itu, yakni pengemudi truk Varia Usaha bernama Mukhlisin (49).

"Pengemudi dump truk Varia Usaha dengan Nomor Polisi W 9351 US bernama Mukhlisin tewas. Korban beralamat di Desa Banter RT11/RW05, Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik," tambah Frans Barung. 

Sementara dua pengendara sepeda motor dengan nomor polisi L 3466 DJ yang selamat yaitu Ubaidillah Maksum warga Desa Rembes, Kecamatan Palang, Tuban dan Afifudin (20) warga Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Tuban.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono, mengungkapkan Polres Tuban, berusaha mendatangkankan "crane" untuk menangani jembatan Widang sebelah barat di Desa Widang, Kecamatan Widang, yang patah di bagian utara sepanjang sekitar 50 meter.

"Satu-satunya cara untuk mengevakuasi tiga truk yang tercebur di Bengawan Solo dengan memanfaatkan 'crane'," katanya di lokasi jembatan Widang.

Dari hasil koordinasi dengan polres, kata dia, crane yang dibutuhkan untuk mengevakuasi tiga truk yang masuk ke Bengawan Solo. Crane tersebut kemampuannya mencapai 200 ton.

"PT Semen Gresik Tuban memiliki crane, tetapi kemampuannya hanya 70 ton," ujarnya.

Namun, kata Joko, untuk mengevakuasi tiga truk yang masuk ke Bengawan Solo dengan memanfaatkan crane jelas akan mengalami kesulitan. 

"Kita belum tahu dimana nanti posisi crane," ucapnya.

Dari petugas yang ada diperoleh penjelasan bahwa jembatan yang patah itu masih bergerak ke bawah.

"Jembatan masih bergerak jadi berbahaya kalau kita mencari korban dengan menyelam," ujar seorang petugas yang ada di bawah jembatan.

Editor: Kurniati


komentar (0)