logo rilis

​Jembatan Cincin Diyakini Bisa Digunakan untuk Mudik 2018
Kontributor

24 Mei 2018, 23:40 WIB
​Jembatan Cincin Diyakini Bisa Digunakan untuk Mudik 2018
Jembatan Cincin Lama di Tuban, Jawa Timur, yang ambrol pada 17 April 2018 tengah diperbaiki. Kementerian PUPR berkeyakinan, jembatan bisa digunakan saat Lebaran. FOTO: Humas Kementerian PUPR

RILIS.ID, Jakarta— Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto, berkeyakinan, perbaikan Jembatan Cincin Lama bisa selesai H-10 Lebaran. Sebab, progres perbaikan jembatan yang runtuh 17 April 2018 itu mencapai 76 persen.

"Progresnya lebih cepat dari rencana. Saat ini dalam tahap pemasangan pipa drainase, penulangan lantai jembatan, dan persiapan pengecoran lantai jembatan," ujarnya di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

"Mudah-mudahan tidak ada masalah. Kami optimis, H-10 dapat beroperasi," imbuh dia. Dengan begitu, diharapkan arus mudik yang melalui jalur Pantura Jawa di ruas Lamongan-Tuban lebih lancar.

Dirinya juga berkeyakinan, tol fungsional Wilangan-Kertosono bisa digunakan saat mudik, meski ada balok beton (launcher girder) yang terguling ketika perakitan, 21 Mei. Launcher girder sedianya digunakan untuk pemasangan balok beton pada pembangunan salah satu jembatan di ruas tol Wilangan-Kertosono.

Meski begitu, Kementerian PUPR terus berupaya menggunakan metode lain, agar bisa digunakan saat arus mudik. Menggunakan crane, misalnya. "Apabila belum bisa digunakan, kita telah menyiapkan Jembatan Bailey sebagai alternatif," ungkapnya.

Tol Wilangan-Kertosono sepanjang 37,5 kilometer, merupakan Seksi IV Tol Ngawi-Kertosono dengan total panjang 87 kilometer. Ruas tol dibangun Kementerian PUPR, bagian dari viability gap funding (VGP) untuk meningkatkan kelayakan investasi ruas tol tersebut.

Seksi I, II, dan III (Ngawi-Wilangan) sepanjang 49,5 kilometer telah diresmikan Presiden Joko Widodo, 29 Maret. Kini telah beroperasi. Pembangunannya merupakan investasi dari PT Ngawi Kertosono Jaya sebesar Rp9,73 triliun.

Sementara untuk titik kritis di tol fungsional Batang-Semarang pada pembangunan Jembatan Kali Kuto, terang Arie, pengerjaannya memerlukan kehati-hatian tinggi. Sehingga, penyelesaiannya membutuhkan waktu lebih lama. 

"Memang pengerjaan konstruksi dihentikan pada H-10 Lebaran, tapi pembangunan Jembatan Kali Kuto membutuhkan presisi yang tinggi. Sehingga, ditargetkan bisa dilalui pada H-3 Lebaran," katanya. Progres pengerjaannya sudah 70 persen.

Karenanya, Jembatan Kali Kuto belum dibuka saat arus mudik. Sebagai alternatif, kendaraan dapat keluar Simpang Susun Gringsing menuju jalur nasional sepanjang satu kilometer. "Lalu, masuk kembali ke ruas tol," tambahnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan saat keluar Simpang Susun Grinsing, Korlantas Polri akan dilakukan manajemen lalu lintas. Begitu pula pada persimpangan sebidang di ruas tol fungsional.

"Di tol fungsional, masih ada lintasan sebidang dengan jalan lingkungan yang memerlukan penjagaan oleh pihak Korlantas, untuk menghindari terjadinya kecelakaan," tutup Arie.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)