logo rilis

Jembatan Babat-Widang Ambruk, Nurhasan Zaidi: Pemerintah Dapat Dipidanakan
Kontributor

18 April 2018, 16:26 WIB
Jembatan Babat-Widang Ambruk, Nurhasan Zaidi: Pemerintah Dapat Dipidanakan
Anggota Komisi V DPR RI Nurhasan Zaidi. FOTO. Dok. NZ

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi V DPR RI Nurhasan Zaidi menyatakan, prihatin dan geram atas ambruknya jembatan Babat-Widang, Selasa (17/4), yang memakan  korban jiwa dan luka-luka. Pasalnya, kejadian tersebut merupakan kelalaian pemerintah.

"Kami menyayangkan insiden ini, serta geram terhadap kelalaian pemerintah terkait," kata Nurhasan Zaidi kepada rilis.id, Rabu (18/4/2018).

Menurutnya, jembatan yang menghubungkan ruas jalan Tuban-Lamongan tersebut, sudah harus di rombak total karena tahun lalu sering terjadi dislokasi dan kerusakan.

"Pengerjaan seharusnya 3-4 bulan sebelum lebaran dan kesepakatannya sudah di ketuk. Entah mengapa bisa lalai begini dan sampai mengakibatkan korban jiwa," jelasnya sembari membantah pernyataan pemerintah yang menyatakan kajian teknis sedang dimantapkan, namun jembatan keburu ambruk sebelum dilakukan pembenahan.

Nurhasan menambahkan, jika terbukti lalai, pemerintah dapat dipidanakan. "Sebagai bentuk pertanggung jawaban, pemerintah terkait  dapat dikenakan sanksi penjara paling lama 5 tahun atau denda Rp120 juta sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009 tentang LLAJ," imbuhnya.

Jembatan Babat-Widang merupakan salah satu akses utama perjalanan darat. Hingga kini arus lalu lintas dari Surabaya dan sebaliknya masih macet. "Kami terus mendesak tindak lanjut dari musibah ini, serta penanganannya sebagai salah satu fungsi pengawasan Komisi V agar tidak berlarut-larut dan memgganggu aktivitas mudik lebaran," pungkas Nurhasan.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)