logo rilis
Jelang Puasa, Begini Cara Pemerintah Kendalikan Harga dan Pasokan Pangan
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
11 Mei 2018, 19:50 WIB
Jelang Puasa, Begini Cara Pemerintah Kendalikan Harga dan Pasokan Pangan
Ilustrasi harga pasar. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah bersama Kementerian Pertanian, Bulog dan Kementerian Perdagangan melakukan sejumlah langkah strategis dalam mengendalikan harga dan pasokan pangan menjelang Ramadan. 

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi, mengatakan pihaknya bersama sejumlah stake holder tersebut salah satunya melakukan pembukaan lapak pasar untuk mengintervensi harga tak naik. 

"Pemerintah juga menggelar bazar pasar murah, monitoring harian dan pasar e-commerce bahan pokok pertanian," kata Agung saat diskusi di kawasan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (11/5/2018). 

Agung menambahkan, pengendalian harga dan stok pangan itu terutama untuk komoditas beras, jagung, bawang dan cabe serta daging ayam. Kemudian, lanjut dia, ada juga program pemberdayaan lumbung pangan masyarakat. 

"Selama ini Bulog merupakan pemegang beras cadangan pemerintah, maksimum 5 persen dari produksi. Tapi masyarakat nyatanya juga bisa menjadi instrumen untuk memegang cadangan beras," ujar Agung. 

Dia menyebut, saat ini ada sebanyak 3.000 lumbung pangan masyarakat. Hal itu, lanjutnya, turut berperan penting dalam menjaga stok pangan nasional. 

"Kalau masing-masing menyimpan 50 ton saja, sudah cukup kebutuhan masyarakat. Jadi mekanismenya, saat tidak panen petani boleh pinjam. Saat panen, petani itu menggantinya," pungkasnya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


500
komentar (0)