logo rilis

Jelang Pilkada, Masyarakat Diminta Waspada Maraknya Uang Palsu
Kontributor
Yayat R Cipasang
21 April 2018, 21:03 WIB
Jelang Pilkada, Masyarakat Diminta Waspada Maraknya Uang Palsu
Sindikat uang palsu. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPR Bambang Soesatyo mengingatkan masyarakat agar mewaspadai uang yang diterima dari pihak lain. Mantan Ketua Komisi III DPR itu mensinyalir peredarang uang palsu sedang marak.

Peringatan dari Bamsoet, panggilan untuk politisi Golkar itu, sebagai respons atas terungkapnya sindikat pemodal, pembuat dan pengedar uang palsu pecahan Rp100 ribu yang tengah ditangani Baresksim Polri. Terlebih, sindikat yang terungkap itu telah beroperasi sejak 2015. 

“Meminta masyarakat untuk membeli ataupun menukar uang hanya di bank pemerintah (BUMN) maupun bank swasta dan money changers (tempat penukaran uang), serta selalu waspada dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang guna meminimalisasi terjadinya penipuan uang palsu,” ujar Bamsoet, Sabtu (21/4/2018).

Merujuk keterangan Bareskrim Polri, sindikat uang palsu itu melibatkan dokter berinisial AP sebagai pemodal. Sindikat  itu juga memalsukan uang asing.

Bamsoet menegaskan, Polri harus mengusut tuntas dindikat itu. Menurutnya, harus ada hukuman berat bagi pihak-pihak yang terlibat sindikat uang palsu demi menimbulkan efek jera. “Ini sindikatnya sudah beroperasi sejak 2015,” sebutnya.

Selain itu, Bamsoet juga meminta Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI) dan Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal) untuk terus mengawasi peredaran uang yang ada. “Karena biasanya peredaran uang palsu marak  jelang pilkada dan lebaran,” pungkasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)