logo rilis
Jelang Pilkada, Anggota DPRD Ini Malah Jadi Tersangka
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
20 Mei 2018, 12:03 WIB
Jelang Pilkada, Anggota DPRD Ini Malah Jadi Tersangka
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.

RILIS.ID, Pekanbaru— Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Riau, Nur Azmi Hasyim (NAH) ditetapkan tersangka beserta ajudannya, Adi Purnawan (AP) dalam kasus politik uang menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2018 setempat.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Riau, Rusidi Rusdan, mengatakan, penetapan tersangka itu dilakukan setelah Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) Panwaslu Kabupaten Bengkalis menemukan bukti pelanggaran yang dilakukan oleh keduanya.

"Ditetapkan tersangka pada sebuah kegiatan kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Riau di Kecamatan Rupat, 13 April 2018 lalu," Rusidi di Pekanbaru, Sabtu malam (19/5/2018).

Rusidi menjelaskan, kasus itu berawal dari temuan Panitia Pengawas Lapangan (PPL), saat Anggota DPRD Bengkalis dari Partai Demokrat itu melakukan reses didampingi ajudannya dan dihadiri oleh masyarakat setempat di Lapangan Futsal Desa Parit. Di sela-sela reses itu, lanjutnya, masyarakat dibagikan baju kaos berwarna biru bergambar Paslon nomor urut 3 yang bertuliskan Firdaus-Rusli Jadikan.

"Di dalam lipatan baju tersebut ditemukan amplop putih berisi uang kertas sebesar Rp50.000. Atas temuan ini, ditindaklanjuti ke Panwas Kecamatan dan Panwas Kabupaten," ujarnya.

Bawaslu Riau, imbuhnya, kemudian melakukan proses pemeriksaan dan melimpahkan ke pihak kepolisian setelah diduga ada tindak pidana. Selama 14 hari penyidik kepolisian didampingi Panwas dan Kejaksaan mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi dan kemudian menetapkan tersangka kepada keduanya.

Kedua Tersangka itu dikenakan pasal 187 A, perubahan dari pasal 74 ayat 4 UU nomor 10 tahun 2016, dengan ancaman pidana minimal 36 bulan dan maksimal 72 bulan dan denda minimal Rp200 juta hingga maksimal Rp1 miliar.

Terkait hubungan antara kedua tersangka dan Paslon Gubernur tersebut, Rusidi mengatakan akan melihat perkembangan hasil persidangan di pengadilan nantinya.

"Fokus kami saat ini adalah kepada kedua tersangka," jelasnya.

Dalam kasus ini, Rusidi juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam kegiatan politik praktis yang menggunakan cara politik uang. Karena dalam hal ini, baik pemberi dan penerima keduanya bisa dijerat dengan masalah hukum.

Sumber: Antara


500
komentar (0)