logo rilis

Jelang Pertemuan PBB, SPI Gelar Konsultasi
Kontributor
Ainul Ghurri
27 Maret 2018, 16:49 WIB
Jelang Pertemuan PBB, SPI Gelar Konsultasi
SPI bersama gerakan petani global La Via Campesina menggelar konsultasi regional di Hotel Sofyan, Menteng Jakarta, Selasa (26/3/2018). FOTO: RILIS.ID/Ainul Ghurri

RILIS.ID, Jakarta— Serikat Petani Indonesia (SPI) bersama gerakan petani global La Via Campesina menggelar konsultasi regional terkait hak asasi manusia (HAM) di Jakarta, Selasa (27/3/2018). Tujuannya, mendeklarasikan hak asasi petani dan masyarakat pedesaan sebelum pertemuan PBB kelima di Jenewa, Swiss, 9-13 April 2018.

"Dari sesi yang terakhir atau sesi ke lima ini, harapannya nanti keluarlah satu deklarasi hak asasi petani dan orang-orang yang bekerja di pedesaan," ujar Ketua Umum SPI, Henry Saragih, di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Pertemuan tersebut turut menghadirkan anggota tani di Asia Tenggara dan Asia Timur. Isu yang dibahas, menyangkut hak terhadap tanah, benih, keanekaragaman hayati, kebebasan berserikat, pendidikan, alat-alat pertanian, hingga diskriminasi pertanian di Indonesia.

"Mudah-mudahan dengan adanya keputusan di PBB ini, akan menyempurnakan lagi Undang-Undang Perlindungan Pemberdayaan Pertanian," ucapnya berharap.

SPI juga menginginkan negara-negara agraria mengatasi persoalan-persoalan pertanian. Di antaranya, kelaparan, urbanisasi, dan migrasi. Sebab, hilangnya pekerjaan di pedesaan menyebabkan migrasi.

"Misalnya, tenaga Kerja Indonesia bekerja di Timur Tengah, Hongkong, Malaysia, bukan karena di desa tempat kerja. Di desa ini tidak tersedia, karena tanah-tanah diambil oleh perusahaan-perusahaan besar," tutupnya.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)