logo rilis
Jelang Pertemuan Dua Korea, Korsel Kendurkan Propaganda Anti-Korut
Kontributor
Syahrain F.
24 April 2018, 17:47 WIB
Jelang Pertemuan Dua Korea, Korsel Kendurkan Propaganda Anti-Korut
Militer Korsel dibantu militer Amerika Serikat melakukan penjagaan di zona demiliterisasi yang memisahkan antara Korsel dan Korut. Tampak dari kejauhan, militer Korut juga berjaga. Credit: Pool Photo via AP/Jung Yeon-je

RILIS.ID, Seoul— Korea Selatan dikabarkan tengah mengendurkan siaran berisi propaganda mengenai Korea Utara, empat hari jelang pertemuan antar-Korea pertama dalam lebih dari satu dekade. 

Kementerian Pertahanan menjelaskan, langkah itu bertujuan untuk "mengurangi ketegangan militer antara Selatan dan Utara dan mengondisikan suasana perundingan yang damai," melansir dari kantor berita Anadolu Agency.

Sejak 1963, Seoul telah menyiarkan propaganda anti-Pyongyang dan musik K-Pop. Kedua pihak sepakat untuk mematikan pengeras suara mereka pada 2015. Namun, kesepakatan itu tidak berlangsung lama karena program nuklir Utara.

Hingga saat ini Korea Utara belum menghentikan siaran propagandanya.

Pertemuan antar-Korea akan digelar Jumat ini yang mencakup acara makan malam antara Presiden Korsel Moon Jae-in dan pemimpin Korut Kim Jong-un di wilayah perbatasan negara.

Moon mengapresiasi langkah Korut yang pada pekan lalu memutuskan untuk menghentikan uji coba nuklir dan rudal balistik antarbenuanya.

"Keputusan itu menjadi lampu hijau yang memperbesar kemungkinan keberhasilan pertemuan Selatan-Utara dan Korea Utara-AS," kata Presiden Moon seperti dilansir oleh kantor berita Yonhap.

"Saat ini kami berdiri di persimpangan jalan menuju denuklirisasi, bukan melalui langkah militer, melainkan cara damai dan perdamaian abadi," tambah dia.

Ketegangan antara Utara-Selatan terus berlangsung sejak Perang Korea meletus pada 1950-53 yang diakhiri dengan gencatan senjata.


500
komentar (0)