logo rilis

Jelang Lebaran, Pemerintah Diminta Antisipasi Kelangkaan Gas Melon
Kontributor
Elvi R
01 Juni 2018, 21:00 WIB
Jelang Lebaran, Pemerintah Diminta Antisipasi Kelangkaan Gas Melon
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah diharapkan benar-benar memperhatikan stok tabung elpiji tiga kilogram agar tidak terjadi kelangkaan menjelang lebaran atau momen penting lain.

"Kami mendorong pemerintah untuk memperhatikan hal ini sebaik-baiknya agar tidak terjadi kelangkaan mendekati hari raya Idul Fitri," kata Anggota Komisi VII DPR Andi Yuliani Paris di Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Menurutnya, setiap tahun di berbagai daerah selalu terjadi kelangkaan elpiji yang entah karena apakah barangnya benar-benar tidak ada atau karena distribusinya tidak tepat sasaran.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu berpendapat bahwa kelangkaan elpiji bersubsidi tersebut kerap menjadi hal yang kontroversial di tengah masyarakat.

Hal tersebut, lanjutnya, karena di tingkat penyalur pertama yaitu SPPBE Pertamina dinyatakan tidak pernah kekurangan stok, begitu pula di pangkalan besar.

Namun, yang mengherankan adalah di tengah masyarakat seperti di tingkat pangkalan atau penjual eceran ternyata ada yang terjadi kelangkaan.

Menteri BUMN Rini M. Soemarno mengatakan pemerintah terus memantau dan memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat dan pemudik cukup selama Ramadhan dan Idul Fitri 2018.

"Kami terus mendorong agar Pertamina dapat menjalankan perannya secara maksimal dalam menyediakan BBM dan LPG sehingga masyarakat ataupun pemudik dapat terlayani dengan baik," kata Rini.

Dia mengungkapkan, berbagai upaya dilakukan pemerintah terutama mendorong peran Pertamina dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi ke seluruh Indonesia, serta melayani kebutuhan BBM dan LPG bagi masyarakat khususnya bagi pemudik yang melintasi jalur pantai utara Jawa (Pantura).

Sebelumnya, Pertamina juga dilaporkan telah mengantisipasi puncak atau lonjakan kebutuhan LPG selama Ramadhan dan Lebaran 2018 sebesar 17 persen dari kondisi normal.

Vice President Gas Domestik Pertamina, Kusnendar, dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Rabu (16/5), mengatakan Pertamina memproyeksi kenaikan permintaan LPG pada puncaknya terjadi pada H-7 Lebaran mencapai 27.000 metrik ton dari kondisi normal 23.124 metrik ton.

Kusnendar menjelaskan Pertamina pada masa Satgas Lebaran menambah stok dan penyaluran LPG sebanyak 4 persen dari kondisi normal 23.124 metrik ton menjadi 24.113 metrik ton.

Berkaca pada pengalaman tahun lalu, kenaikan permintaan elpiji rata-rata pada Ramadhan dan Lebaran mencapai 3 persen, namun sebagai antisipasi, Pertamina menambah pasokan sebesar 1 persen dari biasanya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)