Home » Fokus

Jebakan Purba yang Mematikan

print this page Selasa, 9/1/2018 | 19:00

ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.

KEJADIAN ini berlangsung di sebuah warung kopi Taman Bungkul, Surabaya. Dua orang pemuda tengah asyik bersantai-santai. Nyaris tengah malam, mereka masih cangkruk (nongkrong) di bilangan kota.

"Beep" suara nada dering. Lukman, 26 tahun, membuka tablet-nya. Tiba-tiba wajahnya serius. Sampai-sampai kedua tangannya mengenggam gawai itu, lalu jempol kanan-kirinya bersamaan menggeser layar. Memperbesar gambar.

"Yo opo, cuk (Kenapa)?" tanya Rendy (25), kawan di sampingnya. Lukman cuma diam. Karena penasaran, ia menggeser posisi duduk, mendekati konco-nya.

"Jiamput (Umpatan halus)," ceplos Rendy yang terkejut.

Dari aplikasi whatsapp grup itu, seseorang membagikan sejumlah foto. Sosok di balik gambar itu wajahnya sangat familiar. Mirip dengan bakal Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur, Azwar Anas. Namun, berlaku senonoh.

"Temenan, iki Azwar ta (Betul, ini Azwar)?" tanya Lukman kembali.

Rendy tak berani menjawab pasti. Dahinya hanya berkerit. "Mboh e cuk, ketok e Azwar (Enggak tahu, kayaknya Azwar)," sahutnya hati-hati sambil mengangguk.

Keduanya lalu sama-sama diam. Rendy kembali ke posisi duduknya, menyeruput kopi yang tinggal setengah di cangkir. Sedangkan, Lukman menghisap dalam-dalam rokok yang sedaritadi tergeletak di asbak. 

"Mosok ngono seh Azwar iku (Masa kaya gitu sih Azwar)," kata Rendy tak percaya.

"Politik," ujar Lukman singkat.

"Gak. Cewek," kata Rendy membantah sambil mengepulkan asap dari mulutnya. Lukman langsung tertawa.

"The power of emak-emak lak an, cuk," ujar Lukman sambil cengengesan diikuti tawa yang meledak dari keduanya.

Foto yang diduga mirip Azwar Anas beredar. FOTO: Istimewa.

Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 akan berlangsung pada Juni mendatang. Gempuran kepentingan makin serius dimainkan. Selain SARA, jurus pamungkas lainnya adalah penyimpangan "esek-esek".

"Ada sejumlah upaya pembunuhan karakter, termasuk teror yang kerap saya diterima dan keluarga," kata Azwar.

Abdullah Azwar Annas yang juga Bupati Banyuwangi ini mengaku sering dapat perlakuan teror serupa. Maklum sih, namanya juga pejabat publik. Cuma, kali ini lumayan parah. Ia tak membenarkan, tak jua melaporkan.

Calon dengan segudang prestasi itu, langsung mundur. Walau PDI Perjuangan (parpol pengusungnya) ingin mempertahankan, Azwar kekeuh menarik diri dari kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur.

"Para kiai menangis, Ibu Megawati menangis, karena kami tidak menyangka Pak Azwar Anas menjadi korban," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Foto beredar, prediksi dia, sengaja didesain untuk kepentingan politik. Misal, ada botol wine ketika Azwar (mirip) sedang memangku paha wanita. Seperti ingin mengadunya dengan Nahdiyin (massa NU). Benarkah?

Menjadi aneh ketika satu hari sebelum foto Azwar bertengger di grup-grup aplikasi berpesan, Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung, yang juga kader partai moncong putih itu sempat melemparkan "pesan".

Lewat akun twitternya @pramonoanung pada Rabu pagi, 3 Januari kemarin, ia tiba-tiba menuliskan cuitan soal sampah digital. Hastag #BOMSampahDigital dan #SekedarInfo juga ia pasang di akhir komentar.

"Bagi siapapun yang pengen jabatan politik, dan harus ikut berkompetisi dalam pilihan, hati-hati dengan sampah digital yang berkaitan dengan tindakan moralitas akan tersimpan dengan rapi dan akan dikeluarkan pada saat yang tepat," tulis dia. 

Di luar maksud menyinggung atau bukan, namun esoknya, foto-foto syur Anas meluas, menjadi konsumsi publik.

Ada dua foto mirip Azwar yang beredar ke publik, dan memang diklaim sebagai gambar lawas. Penampakan di foto itu terbilang "nyeleneh". Pertama, ya paha dan botol wine. Kedua, pria berdiri tanpa celana.

Sebetulnya, ada beberapa lain, tapi ga sampai viral banget. Mungkin terlalu "nakal" untuk diberitakan.

Coba Gandeng Wanita Lain
Karir Azwar terpuruk karena urusan wanita di belakangnya. Mungkin Gus Ipul (Syaifullah Yusuf) selaku bakal calon gubernur, harus "menggandeng" wanita di sampingnya. Desas-desus itu berhembus semerbak baunya.

Slogan "SANTRI" menyandingkan poster Saifullah Yusuf dan Tri Rismaharini. Tag line-nya tertulis, Jawa Timur Makmur, Religius dan Bermartabat. 

Gus Ipul semringah lah. Si Ibu satu ini punya ketenaran di tingkat nasional. Pun capaiannya tak kalah gemilang dengan Azwar Anas. Gimana Gus?

"Yang pasti, akan senang dan gembira kalau muncul cawagub yang punya elektabilitas, popularitas, dan bisa bersinergi serta saling memperkuat," kata Gus Ipul kepada wartawan.

Lobi-lobi politik sempat digencarkan, namun tak berbuah manis. Risma iku ngeyelan (Risma kekeuh memang orangnya). Ia menolak untuk maju dalam blantika pilkada di Jawa Timur. Katanya, masih mau urus Surabaya.

"Saya harus menyelesaikan beberapa pekerjaan di Surabaya," jawab Risma. (bersambung)

Baca juga:
Jebakan Purba yang Mematikan (bag.1)
Mereka yang 'Kelar' Karena Perempuan (bag.2)
Ketika Perempuan Beredar di Balik Layar (bag.3)
'Power' Emak-emak Pengaruhi Pemilu (bag.4)

Penulis Andi Mohammad Ikhbal

Tags:

Azwar AnasPilgub JatimSurabayaTri RismahariniPDI Perjuangan