logo rilis

JC Setya Novanto Ditolak, Ini Alasan Jaksa KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
29 Maret 2018, 17:08 WIB
JC Setya Novanto Ditolak, Ini Alasan Jaksa KPK
Setya Novanto diperiksa KPK. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak permohonan Justice Collaborator (JC), yang diajukan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP Setya Novanto.

"Penuntut umum berkesimpulan terdakwa belum memenuhi kualifikasi JC, sehingga penuntut umum belum bisa menerima permohonan terdakwa tersebut," kata Jaksa KPK  Abdul Basyir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Ia menilai, Novanto belum memenuhi persyaratan sebagai seroang terdakwa dalam mendaptkan JC atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penyidik atau jaksa penuntut umum dalam mengungkap kasus tertentu. Kendati demikian, ia menyebut penuntut umum akan mempertimbangkannya lagi bila di kemudian hari sikap Setya Novanto berubah.

"Namun demikian apabila dikemudian hari terdakwa dapat memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh perundang-undangan, maka penuntut umum akan mempertimbangkan kembali," ujar Jaksa.

Jauh sebelumnya, KPK merasa keberatan dalam menerima ajuan Justice Collaborator (JC) Setya Novanto. Ini mengingat Novanto yang belum bisa bekerjasama dengan KPK.

"Sejauh ini yang kita lihat terdakwa justru masih berkelit dan mengatakan tidak ada penerimaan-penerimaan, termasuk juga penerimaan jam tangan. Padahal sejumlah saksi sdh mengatakan demikian," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (26/1).

Febri pun mengingatkan jika Novanto bersedia untuk terbuka dalam persidangan, hal tersebut menguntungkan untuk ia pribadi. 

"Jadi jangan sampai kemudian seseorang mengajukan JC, perbuatannya tidak diakui. Tapi perbuatan pihak lain disampaikan, tentu itu tidak tepat juga, dalam konteks pengajuan JC," ucapnya.

Lebih jauh, ia pun berharap agar Novanto membuka aktor lain yang lebih besar perannya. Jika Novanto melakukan demikian, maka sudah pasti JC yang diajukan diterima oleh KPK.

"Tapi belum terlambat, kalau mau membuka pihak-pihak lain. Kalau memang terdakwa mengetahui ada aktor lebih besar untuk menbuktikan yang bersangkutan bukan aktor utama misalnya, itu silakan saja dibuka," jelas Febri.

Dalam sidang lanjutan kasus korupsi e-KTP, Novanto masih berkelit tak menerima uang terkait proyek senilai Rp5,9 triliun itu.

"Masalah saudara Anang dan Andi sampai sekarang saya memang tidak pernah menerima uang," ujar Setnov menanggapi kesaksian Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 25 Januari 2018.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)