logo rilis
Jatah US$3,5 Juta Novanto dari Pembayaran Perusahaan Anang Sugiana
Kontributor
Tari Oktaviani
28 Maret 2018, 13:55 WIB
Jatah US$3,5 Juta Novanto dari Pembayaran Perusahaan Anang Sugiana
Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Jatah pembagian uang sebessr US$3,5 juta untuk mantan Ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto, diambil dari pembayaran PT Quadra Solution milik Anang Sugiana Sudiharjo. Menurut dakwaan Anang, komitmen fee ini telah disepakati oleh konsorsium PNRI.

Perusahaan Anang, PT Quadra Solution merupakan salah satu anggota Konsorsium PNRI, pemenang tender dalam proyek pengadaan e-KTP.

Adapun Konsorsium PNRI, terdiri dari Perusahaan Umum Percetakan Negara Republik Indonesia (Perum PNRI) sebagai ketua konsorsium, PT Sucofindo (Persero), PT Sandipala Arthaputra, PT LEN Industri, dan PT Quadra Solution. PT Quadra sendiri bersama PT LEN, mendapat tanggung jawab melaksanakan pekerjaan pengadaan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), serta jaringan komunikasi dan data di pembuatan keping e-KTP.

"Pada sekitar akhir bulan Desember 2011 Chairuman Harahap menagih komitmen fee kepada Irman (mantan Dirjen Dukcapil Kemdagri) dan hal itu ditindaklanjuti oleh Irman dengan meminta terdakwa, Andi Agustinus, Paulus Tanos, Johanes Marliem segera merealisasikan komitmen fee 5 persen tersebut," papar Jaksa KPK Yadyn di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Guna menindaklanjuti pemberian fee kepada Novanto, Andi Agustinus mengadakan pertemuan di Apartemen Pasific Place milik Paulus Tannos dan Johanes Marliem, yang menyepakati pemberian fee sejumlah US$3,5 juta untuk Novanto akan direalisasikan oleh Anang, di mana dananya diambil dari bagian pembayaran perusahaannya.

"Pembayarannya kepada Johanes Marliem melalui perusahaan Biomorf Mauritius dan PT Biomorf Lone Indonesia, untuk kemudian ditransfer ke rekening Made Oka Masagung di Singapura dan kemudian diserahkan ke Setya Novanto," bebernya.

Lebih jauh, Johanes Marliem dikatakan jaksa akan mengirimkan beberapa invoice kepada Anang sebagai dasar untuk pengiriman uang. Sehingga, seolah-olah pengiriman uang tersebut merupakan pembayaran PT Quadra Solution kepada Biomorf Mauritius atau PT Biomorf Lone Indonesia.

Sebelumnya, jaksa nenyampaikan, proses pelelangan proyek senilai Rp5,9 triliun sudah diarahkan untuk memenangkan salah satu konsorium yaitu PNRI. Lalu pada suatu tempat di kantor PNRI dilakukan pertemuan yang dihadiri Anang, Andi Agustinus, Paulus Tannos serta Isnu Edhi Wijaya.

"Pada pertemuan tersebut terdakwa menyampaukan kepada terdakwa bahwa apabila terdakwa ingin bergabung dengan konsorsium PNRI maka ada komitmen fee untuk pihak lain sebesar 10 persen dengan rincian 5 persen untuk DPR dan lima persen untuk Kemendagri, atas hal tersebut terdakwa bersedia menyanggupinya dengan mengatakan 'saya ikuti aturan mainnya'," katanya.

Selanjutnya, Andi Agustinus, Paulus Tannos, Johanes Marliem dan Isnu Edhi Wijaya juga melakukan pertemuan guna membahas pembagian tugas pemenuhan komitmen fee beberapa pihak tertentu.

"PT Quadra Solution bertanggung jawab memberikan fee kepada Setya Novanto dan anggota DPR lainnya sebesar 5 persen dari jumlah pekerjaan yang diperoleh," urai Jaksa.

Atas perbuatannya itu, ia pun didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (10 ke-1.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)