logo rilis

Jasa Raharja Berangkatkan Ribuan Pemudik Gratis
Kontributor
Elvi R
08 Juni 2018, 14:00 WIB
Jasa Raharja Berangkatkan Ribuan Pemudik Gratis
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— PT Jasa Raharja (Persero) memberangkatkan 1.216 pemudik dengan tujuan Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur dan Stasiun Purwosari, Solo, Jawa Tengah pada Kamis (7/6) di Stasiun Senen, Jakarta.

Menurut Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero), Budi Rahardjo Slamet, yang juga Ketua Satuan Tugas Mudik Bareng BUMN Tahun 2018, pemudik menuju Solo berjumlah 608 orang diberangkatkan pada pukul 12:00 WIB dan pemudik menuju Surabaya yang berjumla 608 diberangkatkan pada pukul 13:00 WIB.

Sedangkan untuk pemberangkatan pada Jumat, 8 Juni 2018, Jasa Raharja membagi dua tujuan yakni, Solo dan Malang.

Untuk pemberangkatan ke Solo pada hari Jumat dilakukan pada pukul 12:00 dengan jumlah pemudik sebanyak 608 orang, dan untuk tujuan Malang diberangkatkan pada pukul 18:15 dengan pemudik sebanyak 608 orang.

Menurut Budi, masyarakat sangat antusias mengikuti program "Mudik Bareng BUMN 2018" tersebut. Hal ini terbukti dari meningkatnya jumlah pemudik dari tahun sebelumnya.

"Kenaikannya mencapai 74,58 persen dibanding tahun lalu," lanjut Budi.

Budi menambahkan, sebanyak 9 BUMN menyediakan kereta api bagi peserta mudik yang terdiri dari 37 rangkaian kereta api dengan jumlah pemudik 11.432 peserta, dan 16 kota tujuan. Jadwal pemberangkatan bervariasi dari tanggal 5 Juni sampai dengan 24 Juni 2018.

"Untuk Jasa Raharja sendiri, memberangkatkan total 4.800 pemudik khusus kereta api," katanya.

Peminat kereta api cukup tinggi. Ketika Jasa Raharja membuka pendaftaran sejak awal tahun ini, tiket kereta api langsung ludes hanya dalam waktu empat hari. "Luar biasa antusias masyarakat," ujar Budi.

Budi mengatakan, partisipasi Jasa Raharja dalam mudik bareng ini merupakan komitmen Jasa Raharja dalam mengurangi tingkat kecelakaan saat mudik.

"Kami turut berperan dalam mengurangi angka kecelakaan di jalan raya. Jadi penumpang yang menggunakan motor, kami alihkan ke transportasi publik supaya lebih aman," tutupnya. 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)