Home » Ragam

Jarang gosok Gigi Berisiko Alami Demensia?

print this page Kamis, 12/10/2017 | 20:47

Jarang gosok gigi meningkatkan risiko alami kelainan otak atau demensia. ILUSTRASI: Istimewa.

RILIS.ID, Jakarta— Membersihkan gigi itu bukan perlu lagi, tapi wajib hukumnya. Pasalnya jika jarang gogok gigi, seseorang berpotensi mengalami kelainan otak atau dikenal dengan demensia.

Fakta tersebut dijelaskan melalui sebuah penelitian yang dilakukan selama 15 tahun, dikutip dari Scientist.

Dalam penenelitian yang dilakukan terhadap 5.400 peserta tersebut diungkapkan, orang yang jarang gosok gigi punya potensi tinggi mengalami demensia.

Demensia sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsional yang seringkali disebabkan oleh kelainan pada otak.

Demensia merupakan kumpulan penyakit dengan gejala-gejala yang mana mengakibatkan perubahan pada pasien dalam cara berpikir dan berinteraksi dengan orang lain. Seringkali, memori jangka pendek, pikiran, kemampuan berbicara dan kemampuan motorik terpengaruh.

Penderita demensia umumnya akan kehilangan kemampuan tertentu dan pengetahuannya yang telah didapatkan sebelumnya.

Seiring dengan bertambahnya usia, penyakit demensia bisa berubah menjadi lebih parah, yakni penyakit alzheimer. Penyakit ini membuat penderitanya sering lupa atau menjadi pikun.

Hubungan jarang sikat gigi dengan kelainan otak

Mulut adalah gerbang masuk ke seluruh bagian tubuh. Jarang sikat gigi artinya kuman dan bakteri akan mengendap dalam mulut.

Jika kuman dan bakteri akibat sisa makanan itu mengendap terlalu lama, maka sangat mungkin bakteri jahat pelan-pelan masuk ke dalam aliran darah. Hal ini mengakibatkan suatu kondisi yang disebut bakteremia, yang bisa menyebabkan infeksi pada paru-paru dan jantung. 

Selain itu, bakteremia juga akan memicu peradangan di lokasi tubuh lainnya, salah satunya otak. 

Ketika bakteri menyerbu otak, maka sangat mungkin masalah kelainan otak terjadi.

Penulis Ning Triasih

Tags:

sikat gigigosok gigidemensiakelainan otak

loading...