logo rilis

Janji Tuntaskan Kasus Novel, Kapolri Idham Ungkapkan Ini
Kontributor
Nailin In Saroh
20 November 2019, 20:30 WIB
Janji Tuntaskan Kasus Novel, Kapolri Idham Ungkapkan Ini
Massa aksi memegang topeng Novel Baswedan.

RILIS.ID, Jakarta— Kapolri Jenderal Idham Aziz akan menuntaskan kasus penyiraman udara keras terhadap penyidik ??senior KPK, Novel Baswedan. Idham menyatakan, Polri akan terus mencari pengadilan serta memberikan akses yang luas untuk KPK untuk melakukan verifikasi penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian.

Idham menjelaskan masalah Novel selama ini diterbitkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Idham juga menyebut Polri telah membantah dengan keras dalam kasus ini.

"Polri sudah bekerja maksimal menjalankan langkah penyidikan," ujar Idham saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Selain itu, Idham mengungkapkan, Polri juga terus berkoordinasi dengan pihak luar. Seperti KPK, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ombudsman, dan para pakar. Polri, juga menggandeng kepolisian Australia (AFP).

"Tindakan yang telah dilaksanan penyidik ??polri antara lain pemeriksaan 73 saksi, pemeriksaan 78 titik CCTV dan berkoordinasi dengan AFP guna menganalisis CCTV tersebut," ungkap Idham.

Idham mengatakan polisi juga telah melakukan pemeriksan terhadap daftar tamu hotel, serta kontrakan dan kamar kos di sekitar tempat terjadi perkara (TKP). Polisi juga membuka 114 toko kimia yang berjarak radius 1 kilometer dari TKP.

Selanjutnya, kata Idham, polisi juga telah melakukan upaya menghadapi terduga terduga. Ada juga tiga saksi yang dicurigai dan menghadiri intensif. Namun, dilepaskan karena hasil pembaruan tidak terbukti.

"Mempublikasikan sketsa wajah dan mencari orang yang sudah diterbitkan meluncurkan hotline media 24 jam dan menindaklanjuti informasi yang masuk," tambah Idham.

Mantan Kabareskrim yang menambahkan, Polri juga membuat tim pengawas internal untuk melakukan audit terhadap proses penyidikan. Berdasarkan rekomendasi Komnas HAM, Polri membentuk tim pakar dan tim pencari fakta yang terdiri atas tujuh akademisi dengan disiplin ilmu dan keahlian yang berbeda.

Selain itu, membuat tim teknis yang telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Singapura untuk memperoleh persetujuan kesehatan Novel.

"Dan melakukan pendalaman dari sketsa pertanggungan dengan 282 data yang kita dapat dari dinas kependudukan dan catatan sipil," pungkasnya.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID