logo rilis
Jangan Tertipu! Ini Perbedaan Bawang Merah dan Bombai
Kontributor
Fatah H Sidik
06 Mei 2018, 13:51 WIB
Jangan Tertipu! Ini Perbedaan Bawang Merah dan Bombai
Bawang merah. FOTO: Balitbangtan Kementan

RILIS.ID, Jakarta— Bawang bombai ilegal yang menyerupai bawang merah asal India dikabarkan masuk ke Indonesia. Sekilas tak ada perbedaan, bila keduanya dioplos.

Menjelang Ramadan, kebutuhan bawang meningkat. Alhasil, momentum tersebut kerap dimanfaatkan importir nakal untuk memasukkan bawang bombai dan menyebabkan harga bawang merah anjlok.

Dampak lainnya, mencoreng prestasi Kementerian Pertanian (Kementan) mewujudkan kedaulatan bawang merah. Terlebih, komoditas tersebut telah diekspor ke sejumlah negara.

Padahal, sesuai Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 105 Tahun 2017, yang bisa diimpor cuma jenis bombai cokelat berumbi putih dan bombai merah berumbi merah. Diameternya pun minimal 5 sentimeter.

Agar tak tertipu dengan bawang bombai ilegal, Kepala Balai Besar Pascapanen Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Prof. Risfaheri, memberikan sejumlah tips. Misalnya, bawang merah lokal memiliki umbi lebih kecil dengan diameter umbi 1,32-3,2 sentimeter tergantung varietasnya.

Kemudian, bawang merah lokal memiliki warna merah lebih gelap dibandingkan bombai. Dalam perdagangan internasional, bawang merah memiliki kode HS 0703.10.200, sedangkan bombai 0703.10.100.

Selain itu, bawang bombai umumnya memiliki diameter umbi lebih besar dibandingkan bawang merah, berkisar 3-10 sentimeter. Umbinya berwarna kuning, merah, putih, dan ungu.

Bila bawang merah umumnya berupa siung, maka bawang bombai umumnya merupakan umbi tunggal berbentuk bulat. Harga bombai umumnya lebih murah dan mempunyai penampilan menarik. Tapi, kebutuhan bawang merah pada beberapa makanan tradisional tak bisa tergantikan.

Sebab, kata Risfaheri, karakteristik cita rasa yang berbeda antara bawang merah dan bawang bombai, akan mempengaruhi cita rasa masakan. Bawang merah umumnya memiliki bau tajam dan aroma gurih. Sedangkan bombai, memiliki cita rasanya manis.

Bawang bombai pun mengandung senyawa aldehid. Bila terkena pemanasan lama, menimbulkan aroma yang kurang enak. Padahal, hampir kebanyakan masakan tradisional dimasak dalam waktu lama.

Karenanya, Risfaheri menyarankan sosialisasi Kepmentan Nomor 105 Tahun 2017 serta perbedaan bawang merah dan bombai kepada petugas, importir, dan konsumen. Dengan begitu, kejadian tersebut dapat dicegah terulang dan pengawasan kian ketat.

Sumber: Evi Savitri/Risfaheri/Balitbangtan Kementan


500
komentar (0)