logo rilis
Jangan Hujat 'Israel', Karena Itu Nama Nabi?
Kontributor
Syahrain F.
03 April 2018, 17:25 WIB
Jangan Hujat 'Israel', Karena Itu Nama Nabi?
Kubah Shakhrah di Kompleks Masjidil Aqsha, Palestina, tampak dari kejauhan. FOTO: Pixabay

RILIS.ID, Jakarta— Dalam aksi protes yang digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Imam kelompok Jama'ah Muslimin Yakhsyallah Mansur menjelaskan, selama ini kaum Muslimin banyak keliru soal penyebutan nama "Israel".

"Ingatlah bahwa Israel adalah nama nabi. Yahudi telah melecehkan nama nabi dengan menamakan Israel sebagai nama negara. Israel 'alaihissalaam. Israel adalah nama nabi yang mulia, yaitu Nabi Ya'qub," jelas Yakhsyallah dalam orasinya, hari ini (3/4/2018).

Sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci Al-Quran, penamaan Israel sebagai sebutan lain dari Nabi Ya'qub pun telah termaktub dalam surat Ali Imran ayat 93. Penjelasan soal sebutan itu tertulis lengkap dalam kitab Fathul Qadir 1/77, dalam bab tafsir surat Al-Baqarah ayat 40-42.

Karena itu, Yakhsyallah menyeru agar umat Islam lebih berhati-hati dalam menggunakan kata "Israel". Terlebih ketika melontarkan hujatan tanpa disertai pemahaman yang kuat soal konflik yang terjadi di tempat lahirnya para nabi itu

Aksi Protes
Sebelum tiba di Kedubes AS, rombongan Jama'ah Muslimin dan Aqsa Working Group (AWG) telah lebih dulu menemui Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun. 

Yakhsyallah menyampaikan, meski Indonesia belum mampu menjalankan amanat konstitusi untuk membebaskan Palestina dari penjajahan, Zuhair sangat mengapresiasi apa yang selama ini dilakukan bangsa Indonesia.

"Kita belum bisa membantu rakyat Palestina dengan banyak, kita hanya membantu sangat sedikit. Yaitu kita selalu berdoa kepada Allah untuk kemerdekaan Palestina dan Masjidil Aqsha. Dalam shalat tahajud kalian doakan Palestina dan Masjidil Aqsha," ucapnya.


Massa menggelar unjuk rasa di depan Kedubes AS, di Jakarta, hari ini (3/4/2018). FOTO: RILIS.ID/Syahrain F

Sementara Ketua AWG Agus Sudarmaji menegaskan, meski baru mampu sebatas aksi, namun upaya itu merupakan bentuk kepedulian rakyat Indonesia atas apa yang telah menimpa rakyat Palestina aksi damai "Land Day" pada Jumat (30/3) lalu.

"Kami mewakili masyarakat Indonesia, sangat terusik betul. Aksi damai yang dilakukan warga Palestina di Gaza justru dihadapi dengan kekerasan bahkan senjata oleh pihak keamanan tentara Zionis. Jadi cukup 17 orang tewas dan ratusan lainnya terluka, jangan ada lagi," kata Agus.

Agus menyebut ada sekitar 1.300 orang yang hadir dari berbagai kota, di antaranya dari Banten, Lampung, Jabotabek, Jawa Barat dan sekitarnya. 


500
komentar (0)