logo rilis
​Jamin Stabilitas Cabai, Kementan Gelar Pasar Lelang di Malang
Kontributor

07 Juni 2018, 13:41 WIB
​Jamin Stabilitas Cabai, Kementan Gelar Pasar Lelang di Malang
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ditjen Hortikultura, Yasid Taufik (kedua kiri), menyaksikan proses lelang cabai di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Malang, Jawa Timur, Rabu (6/6/2018). FOTO: Humas Ditjen Hortikultura Kementan

RILIS.ID, Jakarta— Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar pasar lelang cabai di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Malang, Jawa Timur, Rabu (6/6/2018). Maksudnya, memastikan harga dan pasokan cabai selama Ramadan hingga Lebaran 2018 terkendali.

"Pasar lelang memotong rantai pasok. Sehingga, harga di tingkat konsumen terjamin. Petani juga menikmati harga tertinggi dari penawar," ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ditjen Hortikultura, Yasif Taufik, di Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Malang menjadi lokasi kegiatan, karena salah satu sentra cabai di Jawa Timur. Tanaman aneka cabai tersebar di sejumlah kecamatan. Luas areal tanaman mencapai 6.000 hektare.

Di Kecamatan Ngantang, luas tanaman cabai rawit merah 600 hektare, Kecamatan Pujon 300 hektare, dan Kecamatan Karang Ploso 150 hektare. Sedangkan di Kecamatan Poncokusumo, masing-masing 150 hektare ditanami cabai merah keriting besar dan cabai merah besar.

Sementara di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, merupakan sentra cabai rawit merah dengan luas tanam 400 hektare. Petani menerapkan pola tanam tumpang sari dengan sayuran buncis dan tomat.

"Sebagian besar lahan cabai sudah panen yang 8-10 kali," jelas Yasid. Saat panen pertama, rata-rata sekali petik pada luasan 0,75 hektare mencapai enam kilogram dengan harga jual Rp27 ribu.

Produksi terus meningkat saat panen berikutnya. Panen kedua menjadi 58 kilogram dengan harga jual Rp23 ribu per kilogram, panen ketiga 100 kilogram (Rp17 ribu per kilogran), serta panen keempat 230 kilogram (Rp14 ribu per kilogram).

"Meskipun harga cenderung turun, namun petani masih diuntungkan. Karena, masih di atas BEP (break event point) cabai sekitar Rp12 ribu," terangnya.

Tata Cara
Untuk mengikuti lelang, petani s??ebelumnya membawa produknya ke pengelola pasar. Berikutnya, pengelola menginformasikan via pesan singkat (short message service/SMS). Harga yang ditawarkan wajar sesuai pasaran.

"Penawaran pedagang yang masuk melalui SMS dengan harga tertinggi di atas harga dasar, sebagai pemenang," kata Yasid. Saat diluncurkan, harga di tingkat petani mencapai Rp21 ribu per kilogram. Tertinggi menembus Rp22.500 per kilogram.

Menurut Yasid, lelang terselenggara dengan baik, apabila ada komitmen bersama antara petani dengan pedagang. Petani menyiapkan produknya. "Sedangkan pedagang, konsisten dalam menentukan harga jual yang saling menguntungkan," tutupnya.

Sebelum Malang, kegia??tan serupa diadakan di sejumlah daerah. Di antaranya, Sleman, Kulon Progo, Magelang, Karanganyar, Temanggung, Banyuwangi, Kediri, Siborong-borong, dan Cianjur.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)