logo rilis

James Tangkudung Sarankan Pemerintah Ganjar Peraih Emas Rp2,5 Miliar
Kontributor
Yayat R Cipasang
26 Maret 2018, 15:36 WIB
James Tangkudung Sarankan Pemerintah Ganjar Peraih Emas Rp2,5 Miliar
Guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) James Tangkudung saat mengajar program doktor olahraga. FOTO: RILIS.ID/Yayat R Cipasang

RILIS.ID, — Guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) James Tangkudung mendorong pemerintah memberikan bonus kepada atlet peraih emas Asian Games sedikitnya Rp 2 miliar untuk setiap orang. "Malah saya kira pemerintah masih bisa memberikan hadiah sampai Rp2,5 miliar," kata James dalam perbincangan dengan rilis.id di Jakarta, Senin (26/3/2018).

Menurut James, bonus adalah pendorong atlet untuk berprestasi selain motivasi lainnya seperti aktualisasi, kebanggaan dan juga nasionalisme. "Bonus adalah bagian dari kebutuhan dasar. Dan pemerintah saya kira dengan dana triliunan untuk Asian Games tidak ada apa-apanya menyisihkan dana untuk peraih emas dan pelatihnya sekitar Rp60 miliar," kata Koordinator Program Studi Pendidikan Jasmani UNJ ini.

James juga mendorong masyarakat berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk atlet peraih emas Asian Games. Profesor  sport pshycometry ini menggagas untuk menggalang dana lewat Pundi Amal Emas Asian Games. "Saya berharap ada televisi dan media cetak yang bersedia menayangkan dana yang masuk dari masyarakat. Yang penting pengelolaannya transparan. Hanya untuk peraih medali emas dan bukan untuk pembinaan atau yang lainnya," kata James.

"Untuk menginisiasi, saya siap mengeluarkan uang dari saku saya sendiri Rp10 juta," tambahnya.

Dalam hitungan dan analisa mantan ketua Deputi Menpora ini, Indonesia dapat meraih 12 hingga 15 emas. Dan optimistis Indonesia masuk 10 besar. Emas dapat diraih dari sejumlah cabang olahraga seperti angkat besi, panahan, jet ski, panjat tebing, balap sepeda dan sejumlah cabang olahraga yang tak terukur.

"Kita sebagai tuan rumah bisa memaksimal cabang olahraga yang tak terukur seperti tinju, pencak silat dan taekwondo. 

James mengaku punya strategi memenangkan emas Asian Games secara maksimal,  karena ada kajiannya, sekaligus juga faktor dukungan penonton," ujar mantan dokter tim PSSI ini.

James mengatakan salah satu langkah strategis saat ini adalah meningkatkan monitoring terhadap atlet. Hal itu harus sejalan dengan visi pengurus cabang olahraga untuk berpacu dengan kekuatan penuh.  

"Sebab banyak potensi atlet yang belum terbina secara maksimal," kata James. Dia menjelaskan seperti orang yang sudah melaju  kencang padahal dia baru memasang gigi dua. Nah, untuk menang, kata James, harus gigi empat kalau perlu lima. 

James di sisi lain mengkritik sejumlah pengurus besar cabang olahraga yang tidak terbuka dan transparan dengan programnya untuk meningkatkan prestasi para atletnya. Mereka harus terbuka kepada masyarakat berapa target emas dan perak yang akan diraih.

"Publik harus tahu sehingga masyarakat dapat memantau perkembangan atlet yang dipersiapkan untuk ajang Asian Games ini," kata James.

Menurut James, dana untuk pembinaan atlet yag masuk ke pegurus besar cabang olahraga sangat besar. Karena itu James, khawatir terjadi mark up anggaran untuk pembinaan atlet tetapi mereka ini tidak memiliki program yang jelas untuk menghadapi Asian Games ini.

"Mereka harus terbuka soal pengelolaan dananya. Dana mereka melimpah," ujar mantan Deputi Menpora RI ini.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)