logo rilis

Jamak Salat Zuhur-Ashar, Sandiaga Jadi Imam di Surabaya
Kontributor
Budi Prasetyo
21 Oktober 2018, 15:40 WIB
Jamak Salat Zuhur-Ashar, Sandiaga Jadi Imam di Surabaya
Sandiaga pimpin solat di Masjid Husnul Khotimah Surabaya. FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo.

RILIS.ID, Surabaya— Calon Wakil Presiden (Cawapres) 02, Sandiaga Salahuddin Uno, tiba di masjid Husnul Khotimah jalan Tembok Dukuh Surabaya pada Minggu (21/10/2018).

Dari pantauan rilis.id, Sandi terlihat tiba di masjid pada pukul 12.50 WIB. Puluhan orang terlihat menyambut kedatangan pendamping Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto itu. 

Setelah melayani swafoto, Sandi terlihat berwudhu dan didapuk menjadi imam salat.

Mulanya Sandi terlihat menolak, tetapi beberapa pengurus masjid memaksa Sandi untuk menjadi Imam.

"Ini tadi shalat Zuhur dan Ashar jamak takdim," kata harian Ketua harian Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi Jawa Timur, Anwar Sadad. 

Setelah bersamaah di masjid Husnul Khotimah, Sandi dijadwalkan akan berziarah ke makam musisi legendari Surabaya almarhum Gombloh.

NU Jadi Panutan
Sandiaga berziarah ke makam dua tokoh penting ydi komplek Taman Pemakaman Umum (TPU) Tembok Surabaya. 

Setelah tiba di komplek pemakaman, Sandi langsung menuju ke makam KH Ridwan Abdullah, pencipta lambang Nahdlatul Ulama (NU) yang ada di tengah komplek pemakaman.

Dari pantauan, Sandi terlihat memimpin bacaan tahlil di makam salah satu kiai pendiri NU itu. 

"Ziarah ini sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang berjasa mendirikan NU," sambung Anwar.

Sementara itu, Sandiaga Uno ketika diwawancarai disela-sela acara ziarah mengatakan NU adalah organisasi yang sangat toleran. 

"Tadi ke kiai Ridwan. Disana melihat filosofi lambang NU yang sangat toleran mendorong islam rahmatan lil'alamin," katanya. 

Menurut Sandi, NU berdiri di semua golongan umat islam. Hal itu bisa dilihat dari simbol bola dunia yang menjadi lambang organisasi Islam terbesar di Indonesia itu. 

"Bola dunia merupakan simbol bahwa NU diatas semua golongan," tambahnya. 

Ditambahkannya, organisasi NU juga menjadi lambang islam moderat dan selalu mengajarkan pesan damai kepada umat. 

"NU menjadi panutan dan organisasi  jadi referensi kemoderenan islam moderat dalam memberikan pesan damai," pungkasnya. 

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)