logo rilis

Jam Tangan Mewah Ini Terbukti Bagian dari Jatah Fee Proyek e-KTP untuk Setnov
Kontributor
Tari Oktaviani
24 April 2018, 14:06 WIB
Jam Tangan Mewah Ini Terbukti Bagian dari Jatah Fee Proyek e-KTP untuk Setnov
Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Majelis Hakim Pengadilan Tundak Pidana Korupsi menyebut uang sejumlah US$7,3 juta dan jam tangan mewah merk Richard Mille seri RM 011, seharga US$135 ribu merupakan bagian dari jatah fee dari proyek pengadaan e-KTP. 

Adapun penyerahannya untuk uang tersebut, diberikan melalui rekan bisnisnya Made Oka Masagung dan keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, pada akhir 2011 sampai Februari 2012. Made Oka memiliki perusahaan di Singapura bernama OEM Investment Plt Ltd.

"Bahwa Made Oka Masagung telah menerima transfer sejumlah US$3,8 juta, dengan rincian menerima melalui rekening atas nama OEM Investment Plt Ltd sejumlah US$1,8 juta dan melalui Rekening Delta Energy Plt Ltd di Bank DBS Singapura sejumlah US$2juta," kata anggota hakim Ansyori Syarifudin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Lalu Hakim Ansyori menyebut pada awal 2012, Novanto kembali meminta kepada Andi Narogong untuk merampungkan pemberian fee terkait proyek e-KTP. Pemberiannya kali ini melalui money changer.

"Dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo telah menerima dari 19 Januari 2012 sampai 19 Februari 2012, dengan cara menukar pada money changer," ungkapnya.

Hakim menyebut, total uang yang diterima Irvanto Hendra Pambudi Cahyo sebesar US$3,5 juta dan ditambah uang yang telah diterima Made Oka Masagung sehingga berjumlah US$7,3juta.

Selain itu, hakim Ansyori menyebut Setya Novanto telah menerima jam tangan merk Richard Mille seri RM 011 senilai US$135 ribu dari Andi Narogong dan Johannes Marliem. Pemberian jam tangan dilakukan Andi Narogong karena Novanto telah membantu pemulusan anggaran proyek e-KTP. 

Namun, jam tangan mewah itu dikembalikan Setnov kepada Andi Narogong setelah KPK mulai mengusut proyek e-KTP.  Sehingga hakim menilai Novanto yak perlu mengganti uang seharga jam tersebut

"Pemberiam jam tangan sudah dikembalikan ke Andi. Untuk itu tidak dibebani lagi untuk mengganti," kata Hakim Anwar. 

Sebelumnya, Setnov dituntut jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dengan hukuman 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan. 

Selain itu, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu juga dituntut membayar uang pengganti sebesar US$7,4juta dikurangi uang yang telah dikembalikan Rp5 miliar subsider 3 tahun. Tuntutan lain, jaksa KPK meminta agar hakim menjatuhkan pidana tambahan berupa mencabut Setnov dalam menduduki jabatan publik selama 5 tahun.

Setnov dinilai terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)