logo rilis
Ini Alasan Jalur Selatan Penerbangan Dibuka Pada Masa Lebaran
Kontributor
Sukardjito
23 Mei 2018, 11:17 WIB
Ini Alasan Jalur Selatan Penerbangan Dibuka Pada Masa Lebaran
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Jalur penerbangan di Pulau Jawa Bagian Selatan akan dipakai untuk penerbangan selama masa Angkutan Lebaran 2018.

Direktur Utama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia Novie Riyanto, mengatakan, terbukanya jalur itu dimaksudkan memecah kepadatan lalu lintas udara di jalur Utara.

"Semua jalur kita gunakan, baik Utara maupun Selatan dan koordinasi kita dengan TNI AU sudah sangat baik," katanya di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Saat ini, lanjut dia, jarak antara lintasan penerbangan sipil dengan markas TNI AU di Madiun sejauh 75 mill sesuai dengan ketentuan.

"Sejauh ini jaraknya masih 75 mill dan belum ada rencana pemotongan jalur," katanya.

Dia mengatakan jalur Selatan sangat efektif digunakan untuk kota-kota tujuan di bagian Selatan, seperti Yogyakarta dan Denpasar.

"Terutama dari Solo ke Denpasar bedanya bisa 45 mill lebih dekat, tapi kalau dari Jakarta ke Denpasar relatif sama," katanya.

Meskipun saat ini masih terhitung sepi (low season), namun pihaknya sudah mempersiapkan untuk mengatur kepadatan lalu lintas udara yang dimulai sejak H-15 Lebaran.

Sebagai persiapan pada waktu-waktu padat selama musim mudik dan balik Lebaran 2018, Novie menyebutkan pihaknya akan mengerahkan sekitar 1.200 personel dan 400 personel siaga.

Hal itu dikarenakan sejumlah bandara akan beroperasi 24 jam dan bandara-bandara lain dengan jam operasional yang diperpanjang.

Bandara-bandara yang ditambah jam operasionalnya adalah Bandara Internasional Soekarno-hatta Jakarta, Bandara Halim Perdanakusuma, Juanda-Surabaya, Hang Nadim-Batam, Sam Ratulangi-Manado, Kualanamu-Medan, Banjarmasin, dan Solo.


500
komentar (0)