logo rilis

Jalan Tengah Poros Ketiga, Bisakah Terwujud? 
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
06 April 2018, 11:10 WIB
Jalan Tengah Poros Ketiga, Bisakah Terwujud? 
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saling menyalahkan lantaran belum terbentuknya poros ketiga di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. 

Menanggapi hal itu, Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengatahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, memang tidak mudah untuk menyatukan persepsi dua partai politik tersebut.

"Kekuatan Parpol itu sebenarnya adalah di lobi-lobi atau di musyawarah mufakatnya. Untuk menyamakan persepsi memang tidak mudah," katanya kepada rilis.id, Jumat (6/4/2018).

Wiwik, sapaan akrabnya menilai, Demokrat dan PKB sebenarnya punya punya potensi untuk bisa membentuk poros baru. Asalkan, kedua Parpol tersebut tidak hanya mengedepankan kepentingan sesaat para elit Demokrat maupun PKB.

"Tapi juga pada kepentingan negara dan bangsa, maka tak tertutup kemungkinan kesamaan pandangan lebih dimungkinkan daripada perbedaannya," ujarnya.

Demokrat dan PKB, jelas Wiwik, memiliki sejarah kebersamaan yang cukup panjang saat masa kepemimpinan Presiden RI ke-5 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat itu, PKB merupakan partai pendukung pemerintah tersebut selama dua periode.

"Kedua Parpol tersebut pernah menjalin koalisi selama dua periode pemerintahan SBY," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Daniel Johan, menyebut Demokrat sebagai motor utama tak serius dalam membentuk poros ketiga. Namun, klaim itu langsung dibantah Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan.

Hinca menjelaskan, Demokrat dan PKB bersama PAN sebelumnya sepakat untuk menyatukan visi melalui pertemuan-pertemuan ketiga partai tersebut. Tapi, ketika sampai pada pertemuan ketua umum, pentolan PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tidak menghadiri acara tersebut.

"Nah tiga kali sudah hampir bertemu, tidak jadi karena Cak Imin (Muhaimin) yang enggak datang. Jadi jangan di balik-balik. Jadi sudah disiapkan, ada Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Bang Zulkifli Hasan juga ada, dia (Cak Imin) tidak bisa," bebernya.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)