logo rilis
Jaksa Ragukan Keterangan Novanto soal Jam Tangan Mewah Richard Mille
Kontributor
Tari Oktaviani
22 Maret 2018, 15:20 WIB
Jaksa Ragukan Keterangan Novanto soal Jam Tangan Mewah Richard Mille
Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meragukan keterangan terdakwa kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Setya Novanto, terkait jam Richard Mille pemberian Johanes Marliem.

Pasalnya, Novanto bersikeras bahwa jam tersebut diberikan oleh Andi Agustinus alias Andi Narogong, bukan dari Johanes Marliem.

"Andi sendiri yang datang (memberi jam)," kata Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Lalu terkait dengan waktu pemberiannya, jaksa melihat ada yang tidak pas. Sebab, keterangan Andi menyebutkan ia memberikannya pada tahun 2012 di mana bertepatan dengan kasus e-KTP.

Meski begitu, Novanto bersikeras mengatakan, jam tersebut diberikan kepadanya pada tahun 2016.

"Tapi betul itu 2016 dikasihkan ke saya. Saya sumpah pak. Dosa pak kalau itu. Mohon maaf, pasti itu pak," kata Novanto.

Kendato begitu, Novanto membenarkan jam tangan merek Richard Mille yang pernah ditayangkan fotonya di persidangan, memang merupakan jam yang diberikan kepadanya yakni tipe RM 011 seharga US$135 ribu bergaris kuning.

"Saya lihat 'apa ini Ndi?', ini jam tangan. Saya senang koleksi jam, bungkusnya kotaknya lain, saya sudah mereknya Richard Mille tapi kotaknya lain. Setelah saya buka ini persis punya saya," ucap Novanto.

Lebih jauh, usai membuka kotak jam itu, menurutnya jam itu rusak lantaran jarum penunjuk waktunya tidak berfungsi. Untuk itulah, ia menyuruh orang agar mengembalikan kepada Andi Narogong.

"Saya hafal jam Richard Mille, karena saya koleksi jam juga, tetapi ini nyala tapi mati lagi, saya pikir jam ini rusak karena Richard Mille salah putar saja rusak. Jadi beberapa hari kemudian saya suruh orang kembalika ke Andi," tuturnya. 

Setya Novanto sebelumnya didakwa menerima aliran dana 7,3 juta dollar AS dan sebuah jam tangan merek Richard Mille tipe RM 011 seharga 135.000 dollar AS. Adapun pemberian ini berkaitan dengan kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Editor: Taufiqurrohman


500
komentar (0)