logo rilis
Jaksa KPK Pertimbangkan Jerat Pihak yang Diuntungkan Novanto di Korupsi e-KTP
Kontributor
Tari Oktaviani
24 April 2018, 15:42 WIB
Jaksa KPK Pertimbangkan Jerat Pihak yang Diuntungkan Novanto di Korupsi e-KTP
Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan menjerat para pihak yang turut diuntungkan oleh Setya Novanto, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP. Jaksa KPK akan melihat perkembangan nantinya.

"Terkait dengan nama-nama yang disebutkan (dalam putusan), nanti kita lihat perkembangan selanjutnya," kata Jaksa KPK Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018).

Kendati begitu, terkait apakah para pihak termasuk mantan Mendagri Gamawan Fauzi akan didalami, Wawan enggan memberi penegasan.

Ia mengaku, pihaknya ingin mempelajari dulu dengan seksama apa saja yang masuk ke pertimbangan hakim.

"Nanti, kita sampaikan nanti, kita masih fokus putusan, pihak terdakwa masih pikir-pikir, penunut umum juga masih pikir-pikir," ungkap dia.

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto, divonis pidana penjara selama 15 tahun penjara oleh majelis hakim tindak pidana korupsi. Tak hanya itu saja, ia juga dikenakan denda sebesar Rp500 juta subsider tiga bulan.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Setya Novanto pidana penjara 15 tahun denda Rp500 juta subsider 3 bulan," kata ketua Majelis Hakim Yanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Menurut hakim, Setya Novanto telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi untuk menguntungkan diri sendiri maupun orang lain.

Untuk itu ia terbukti memenuhi unsur pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Editor: Taufiqurrohman


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)