logo rilis
Jaksa KPK Pelajari Dugaan Penerimaan Uang Puan dan Pramono Anung
Kontributor
Tari Oktaviani
22 Maret 2018, 16:31 WIB
Jaksa KPK Pelajari Dugaan Penerimaan Uang Puan dan Pramono Anung
Ilustrasi KPK. RILIS.ID/Hfidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ahmad Burhanuddin, menyampaikan akan menindaklanjuti temuan baru terkait keterangan Setya Novanto, yang menyebut Puan Maharani dan Pramono Anung menerima uang dugaan korupsi e-KTP.

"Apakah setiap informasi yang masuk akan kami pelajari seperti apa keterkaitannya," kata Burhan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/1/2018).

Lalu, apakah jaksa akan menghadirkan kedua orang yang saat ini di pemerintahan itu ke persidangan, Burhan menyebut pihaknya akan mempelajarinya dulu.

Sehingga, ia mengatakan, belum bisa dipastikan apakah Puan dan Pramono menjadi saksi tambahan nantinya.

"Kita pelajari dulu baru dapet infonyakan tadi namti baru akan disampaikan kepada penyidik. Saya baru dengar tadi," ujarnya.

Sebelumnya, terdakwa kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Setya Novanto mengatakan, petinggi fraksi PDI Perjuangan kala itu juga ikut kecipratan duit hasil dugaan korupsi.

Hal itu ia ketahui dari keterangan pengusaha Made Oka Masagung.

"Waktu itu ada pertemuan di rumah saya yang dihadiri oleh Oka dan Irvanto, disana saya berikan ke Puan Maharani US$500 ribu Pramono Anung U$500 ribu," kata Novanto dalam sidang di pengadilan tindak pidana korupsi, Jakarta, Kamis (22/3).

Mendengar itu, hakim pun memastikannya kembali kepada Novanto. Ketua majelis hakim Yanto menanyakan siapa yang memberikan uang kepada dua orang politisi PDIP itu.

"Itu keterangan anda?," tanya hakim Yanto.

"Itu keterangan beliau, keterangan Pak Oka," jawab Novanto.

Editor: Taufiqurrohman


500
komentar (0)