logo rilis
Jaksa Beberkan Nama-nama Besar yang Nikmati Dana Korupsi e-KTP
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
09 Maret 2017, 14:17 WIB
Jaksa Beberkan Nama-nama Besar yang Nikmati Dana Korupsi e-KTP

RILIS.ID, Jakarta— Sejumlah nama besar disebut dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Irene Putri pada sidang e-KTP hari ini, di PN Tipikor Jakarta.

Surat dakwaan yang dibacakan itu adalah dari terdakwa mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan ‎Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto.

"Perbuatan para terdakwa juga memperkaya orang lain dan korporasi," kata Jaksa Irene, Kamis (9/3/2017).

Dalam surat dakwaan dari terdakwa Irman dan Sugiharto itu, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menerima dana sebesar 11 persen dari anggaran proyek tersebut yang senilai Rp5,7 triliun.

Sementara Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto bersama Andi Narogong juga menerima dana sebesar 11 persen. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saat itu, Gamawan Fauzi terima dana sebesar 4.500.000 dollar Amerika Serikat dan Rp50 juta, mantan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraini 2.700.000 dollar AS dan Rp22,5 juta, ‎Drajat Wisnu Setyawan senilai 615.000 dollar AS dan Rp25 juta, enam anggota lelang masing-masing sejumlah 50 ribu dollar AS, Husni Fahmi sejumlah 150 ribu dollar AS dan Rp30 juta.

Sementara, mantan Ketua Badan Anggaran DPR, Melchias Marchus Mekeng senilai 1,4 juta dollar AS, mantan wakil Ketua Banggar DPR, Olly Dondokambey senilai 1,2 juta dollar AS, mantan Wakil Ketua Banggar DPR, Mirwan Amir senilai 1,2 juta dollar AS dan mantan Wakil Bangar DPR Tamsil Linrung senilai 700 juta dollar AS. ‎

‎Selain itu, anggota komisi II DPR RI ‎Arief Wibowo, lanjut Irene, kecipratan korupsi e-KTP senilai 108 ribu dollar AS, mantan Ketua Komisi II DPR, Chairuman Harahap 584 ribu dollar AS, mantan anggota Komisi II DPR RI yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo senilai 520 ribu dollar AS, mantan Ketua komisi II Agun Gunanjar Sudarsa menerima 1.047.000 dollar AS, Mustoko Weni senilai 408 ribu dollar AS, mendiang Ignatius Mulyono senilai 258 ribu dollar AS dan Taufiq Effendi sebesar 103 ribu dollar AS.

"Selain memberikan uang kepada komisi II pada November-Desember 2012, Sugiharto juga memberikan sejumlah uang kepada staf Kemendagri, Kemenkeu, BPK, Sekretariat Komisi II, dan Bappenas terkait dengan pengusulan dan pembahasan tambahan anggaran penerapan e-KTP 2013," papar Jaksa Irene.

Menkumham Yasonna Laoly menurut Jaksa Irene, juga ikut kecipratan korupsi e-KTP. Nilainya sebesar 84 ribu dollar AS. Sementara Markus Nari kebagian Rp4 miliar, dan Khatibul Umam Wiranu kecipratan 400 ribu dollar AS, mantan Ketua Fraksi Demokrat Djafar Hafsah senilai 100 ribu dollar AS, anggota DPR Ade Komaruddin sejumlah 100 ribu dollar AS dan mantan Ketua DPR RI, Marzuki Alie Rp20 miliar.

Sementara JPU yang lainnya Jaksa Eva Yustisiana mengungkapkan, korupsi e-KTP yang mencapai Rp2,3 juga mengalir ke beberapa korporasi. Di antaranya ke PNRI senilai Rp107 miliar dan managemen bersama konsorsium PNRI sekitar Rp137 miliar.

Selain itu juga PT Sandipala Artha Putra kecipratan sekitar Rp145 miliar dan PT Mega Lestari selaku holding company PT Sandipala mendapat sekitar Rp148 miliar. 

"(Kemudian, red)‎ PT Len Industri sebesar Rp20.925.163.862, PT ‎Quadra Solution Rp127.320.213.798 dan PT Sucofindo sebesar Rp8.231.289.362," ungkap Jaksa Eva


#Sidang e-KTP Hari Ini
#Nama Besar Kasus e-KTP
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID