logo rilis
Jaga Keutuhan NKRI, Santri Diminta Aktif Berpolitik
Kontributor
Afid Baroroh
31 Maret 2018, 10:52 WIB
Jaga Keutuhan NKRI, Santri Diminta Aktif Berpolitik
Muhammad Romahurmuziy. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy atau akrab disapa Gus Romy, mengajak para santri untuk terlibat langsung ke dunia politik.

Wakil Ketua Umum PPP,  Fadly Nurzal, mengatakan imbauan Romy tak lain sebagai konsolidasi Islam untuk merawat kebangsaan. 

Menurutnya, harus disadari tensi politik saat ini sedang tinggi. Namun, tak luput juga dari kalangan santri terlebih PPP harus tetap dalam bingkai kebangsaan. 

"Sedangkan yang dilakukan Pak Romy di setiap konsolidasinya di kalangan santri itu adalah menjaga nilai kebangsaan yang syarat kesinambungan bangsa ini," kata Fadly saat berbincang dengan rilis.id, di Jakarta, Sabtu (31/3/2018). 

Karenanya, ia berujar, tak heran jika santri diminta terlibat dalam politik. Tujuannya pun sama, agar PPP dan umat Islam dapat berkomitmen menjaga bingkai kebangsaan dan menjaga keutuhan NKRI. 

"Hal ini menjadi topik utama beliau dalam setiap konsolidasinya baik itu di internal PPP maupun di kalangan yang lebih luas," tukasnya. 

Sebelumnya, Romy meminta para santri agar tidak anti terhadap politik. Justru menurutnya, santri harus peduli dan terlibat dalam politik Indonesia.

"Turun ke politik itu adalah fardu kifayah yang harus dilakukan umat Islam," ujar Gus Rommy di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (30/3).

Dengannya, Romy meyakini dengan terjunnya para santri ke politik dan menduduki jabatan strategis, diharapkan keberpihakan pun banyak diberikan pada pesantren.

“Tidak ada cara keberpihakan yang paling efektif selain (santri) juga harus jadi penguasa," tandas cicit ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Chasbullah itu.

Editor: Taufiqurrohman


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)