logo rilis
Jadi Tersangka e-KTP, Mengapa Setnov Jarang Berkomentar?
Kontributor

16 Agustus 2017, 16:32 WIB
Jadi Tersangka e-KTP, Mengapa Setnov Jarang Berkomentar?
Ketua DPR RI, Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov), mulai jarang memberikan pernyataan langsung kepada awak media, khususnya yang bertugas di lingkungan Parlemen, Jakarta, terkait kinerja pemerintah, dalam beberapa pekan terakhir.

Fenomena tersebut terjadi ketika dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka keempat kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP, 17 Juli silam.

Kalau ada komentar yang diberikannya, hanya melalui keterangan tertulis, selain beberikan pernyataan singkat di sela agenda Fraksi maupun DPP Golkar yang berkaitan dengan statusnya sebagai tersangka, seperti pada 18 Juli.

Meski demikian, dirinya kerap hadir pada sejumlah kegiatan resmi Senayan. Bahkan, memimpin langsung.

Misalnya, Paripurna DPR dengan agenda pengesahan Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum (RUU Pemilu) pada 21 Juli serta Sidang Gabungan DPR dan DPD RI, Rabu (16/8/2017).

Menurut Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, Setnov bersikap demikian, dalam rangka meminimalisir kontroversi yang mencuat.

"Karena (kalau memberikan komentar, red), nanti akan memunculkan kontroversial lain, kan?" ujarnya saat dihubungi rilis.id di Jakarta, baru-baru ini.

Namun, Ipang, sapaan Pangi, mengkritisi sikap Setnov dan Golkar, yang memilih tetap bertahan, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus yang ditaksir merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun itu. 

"Kalau di luar negeri, kan sudah mundur, kalau sudah tersangka. Tapi ini kan enggak ada beban," jelas dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.


#Novanto
#Ketua DPR RI
#Setnov
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID