logo rilis

Jadi Saksi, Menhub Tak Hadiri Sidang Suap Dirjen Hubla
Kontributor
Tari Oktaviani
21 Maret 2018, 14:28 WIB
Jadi Saksi, Menhub Tak Hadiri Sidang Suap Dirjen Hubla
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi tidak bisa memenuhi panggilan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan suap perizinan di lingkungan perhubungan laut dengan terdakwa mantan Dirjen Hubla, Antonius Tonny Budiono.

"Pak Menteri belum bisa hadir, karena sedang berada di luar negeri. Ada surat keterangan yang diterima," kata Jaksa KPK, Yadyn, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Yadyn mengatakan, pihaknya akan menjadwalkan kembali pemanggilan Menhub Budi Karya Sumadi dalam persidangan mendatang. 

Namun, ia belum bisa memastikan kapan persidangan dengan saksi Menhub Budi Karya ini akan dijadwalkan.

"Rencananya akan dijadwalkan ulang untuk konfirmasi fakta-fakta persidangan," ungkapnya.

Sementara itu, Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, surat ketidakhadiran Menhub sudah diterima KPK. 

Dari surat itu, Budi Karya beralasan ada tugas lain di Singapura yang berbenturan dengan jadwal sidang.

"Ada surat masuk tanggal 20 Maret 2018. Prinsipnya surat panggilan sudah diterima, namun karena ada tugas lain yang sudah terjadwal sebelumnya maka tidak dapat hadir. Tugas di Singapura," ungkapnya.

Dalam kasus ini, Antonius didakwa menerima suap Rp2,3 miliar dari Komisaris PT Adiguna Keruktama, Adi Putra Kurniawan. 

Uang suap tersebut terkait proyek pekerjaan pengerukan alur Pelabuhan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah tahun 2016 dan pekerjaan pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Samarinda Kalimantan Timur tahun 2016.

Selain itu, uang Rp2,3 miliar itu diberikan karena Antonius telah menyetujui penerbitan surat izin kerja keruk (SIKK) untuk PT Indominco Mandiri, PT Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan (UJP) PLTU Banten.

Kemudian, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas Semarang, yang pengerukannya dilakukan oleh PT Adhiguna Keruktama.
 

Editor: Kurnia Syahdan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)