logo rilis
Jadi Korban Pelecehan, Via Vallen Dapat Dukungan Parpol
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
06 Juni 2018, 12:57 WIB
Jadi Korban Pelecehan, Via Vallen Dapat Dukungan Parpol
Penyanyi Via Vallen. FOTO: Instagram/Via Vallen.

RILIS.ID, Jakarta— Beragam tanggapan bermunculan setelah isu adanya dugaan pelecehan seksual yang dialami penyanyi dangdut Via Vallen, termasuk dari parpol, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

PSI memuji keberanian artis yang bernama asli Maulidia Octavia itu berbicara secara terbuka melalui media sosial soal pelecehan seksual terhadap dirinya.  

"Sebagai public figure, Via Vallen melakukan langkah besar yang bisa menginspirasi banyak perempuan yang tidak atau belum berani bicara tentang pelecehan seksual terhadap diri mereka," kata juru bicara PSI, Dara Adinda Nasution, melalui siaran pers yang diterima rilis.id, Rabu (6/6/2018). 

Via sebelumnya diberitakan secara berani menyebarkan screenshot pelecehan seksual terhadap dirinya melalui Instagram oleh seorang pemain sepak bola terkenal di Indonesia. Dalam pesan Instagram itu, pria tersebut menulis "I want you sign for me in my bedroom, wearing sexy clothes"

Dara mengatakan, tidak mudah bagi seorang perempuan untuk bicara terbuka tentang pelecehan seksual terhadap dirinya. Mereka, ujar dia, banyak yang memilih diam karena merasa takut, cemas ataupun tak berdaya. 

"Diamnya korban pelecehan seksual ini jusru bisa mendorong terus berlangsungnya praktek-praktek pelecehan baik di ruang publik maupun ruang privat," ujar Dara. 

Meski tak mengalami kontak fisik, jelas dia, apa yang dialami Via adalah bagian dari pelecehan seksual. Sehingga, hal itu tidak boleh dianggap remeh dan normal. 

"Kita  tidak boleh membiarkan pelaku merasa bahwa apa yang dilakukannya diterima oleh masyarakat," tegasnya.

Dara sangat menyayangkan masih banyak orang, apalagi sesama perempuan, yang malah menyalahkan Via. Bahkan, ada yang menuduh pelantun lagu Sayang itu hanya sekedar mencari panggung untuk popularitasnya. 

"Seharusnya kita mendukung perempuan yang berani bicara terbuka. Kalau kita menyalahkan korban, berarti kita ikut mendukung pelaku pelecehan seksual. Kita harus menciptakan ekosistem yang bisa membuat korban merasa aman untuk berbicara," tandasnya. 

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


500
komentar (0)