Home » Peristiwa » Nasional

Jadi 'Justice Collaborator', Andi Narogong Janji Bongkar Konstruksi Perkara e-KTP

print this page Kamis, 7/12/2017 | 14:18

Terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Terdakwa korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), Andi Agustinus alias Andi Narogong, bersedia membongkar konstruksi perkara, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini. Sebab, dirinya mengajukan permohonan sebagai justice collaborator (JC) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"KPK telah menerima permohonan terdakwa Andi Agustinus sebagai JC," kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah, melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis (7/12/2017). Permohonan diajukan sejak September 2017.

Meski demikian, pimpinan KPK akan mempertimbangkan, apakah mengabulkan permintaan JC tersebut atau tidak. "Sikap KPK tersebut akan disampaikan sebagai salah satu pertimbangan JPU dalam tuntutan terhadap terdakwa," jelas Febri. 

Dalam persidangan sebelumnya, Andi mengungkap peran sejumlah pihak dalam proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun tersebut. Katanya, mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman, adik mantan Mendagri Gamawan Fauzi Azmin Aulia, dan Ketua DPR Setya Novanto memiliki peran penting dalam proyek e-KTP. 

Irman dan Azmin disebut Andi sebagai salah satu kunci proyek milik Kemendagritersebut. Sedangkan Novanto, disebut membantu dalam urusan anggaran proyek e-KTP dan penyaluran jatah untuk Anggota DPR.

Atas bantuannya itu, Andi bersama mendiang Direktur Biomorf Lone LLC Johannes Marliem memberikannya hadiah jam tangan merek Richard Mille seharga Rp1,3 miliar (harga saat 2012), bertepatan dengan hari ulang tahun Novanto, 12 November 2012. Namun, setelah kasus mencuat, jam tangan dikembalikan ke Andi dan dijual sekitar Rp1 miliar.

Penulis Tari Oktaviani
Editor Fatah Sidik

Tags:

KPKFebri DiansyahAndi Narogonge-KTP