logo rilis

Jadi Destinasi Kuliner, Bali Terus Kembangkan Pariwisata Gastronomi
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
06 Juli 2018, 04:46 WIB
Jadi Destinasi Kuliner, Bali Terus Kembangkan Pariwisata Gastronomi
Suasaa sebuah restoran di Ubud. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Ubud— Organisasi pariwisata dunia (UNWTO) telah menetapkan Ubud sebagai prototype pengembangan pariwisata gastronomi atau seni menyajikan kuliner dari Indonesia.

Untuk itu, kata Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata, Vita Datau, Ubud akan menjadi destinasi pertama yang akan di-branding sebagai destinasi gastronomi berstandar UNWTO. 

Dia meyakini, Ubud dipilih oleh UNWTO karena memang dinilai paling siap untuk menjadi destinasi kuliner.

"Standar UNWTO itu ada lima, kuliner harus menjadi lifestyle, memiliki unsur sejarah dan budaya, memiliki produk lokal, story telling atau makanan yang dapat diceritakan, serta nutrisi yang dipenuhi," kata Vita saat menjadi narasumber dalam workshop tentang gastronomi di STP Bali, Kamis (5/7/2018). 

Selain Vita Datau, hadir pula Direktur Pusat Bisnis Gastronomi Hotel (Cegaho), Antonio Montecinos sebagai narasumber. Dalam paparannya, Antonio memberikan prioritas pada rantai nilai makanan dan pariwisata, terutama untuk berkontribusi pada keamanan pangan.

"Pelestarian dan perlindungan warisan budaya gastronomi, pengembangan berlandaskan manfaat kepada masyarakat dengan memberikan pengalaman pariwisata melebihi harapan pengunjung," ujar Antonio.

Sementara itu, Ketua STP Bali, Dewa Gede Ngurah Byomantara, mendukung penuh pengembangan pariwisata gastronomi di Bali. Selama ini, ungkap dia, pihaknya juga sangat peduli terhadap pariwisata di Bali, salah satunya tentang Gastronomi. 

"Gastronomi bukan hanya merupakan seni kuliner, karena erat hubungannya budaya dengan kuliner," ungkapnya. 

Diketahui, pada 2017, pendapatan dari kuliner sekitar 30 persen atau sekitar Rp60 triliun dari total pendapatan pariwisata sekitar Rp200 triliun. Pada 2018 ini, wisata kuliner diproyeksikan menghasilkan devisa 20 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp223 triliun.

Editor: Yayat R Cipasang


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)