logo rilis

Izin Penggunaan Diperpanjang, 300 Kapal Cantrang Melaut
Kontributor
Kurnia Syahdan
09 April 2018, 15:10 WIB
Izin Penggunaan Diperpanjang, 300 Kapal Cantrang Melaut
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Batang— Sebanyak 300 dari 400 kapal cantrang Kabupaten Batang, Jawa Tengah mulai melaut seiring dengan dikeluarkannya perpanjang izin penggunaan alat tangkap itu, tanpa batas waktu sejak 17 Januari 2018 oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang, Teguh Tarmujo mengatakan, saat ini sekitar dua per tiga dari total kapal cantrang sudah melaut, sedangkan sisanya belum bisa beraktivitas karena sejumlah persoalan.

"Saat ini ada sekitar 100 kapal atau sepertiga kapal cantrang dari 400 unit kapal yang belum bisa beroperasi karena terkendala persyaratan administrati. Adapun sekitar 300 kapal cantrang sudah melaut," katanya di Batang, Senin (9/4/2018).

Dia mengatakan, sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh nelayan kapal cantrang, antara lain proses pengukuran tonase kapal yang belum selesai sepenuhnya sehingga surat izin berlayar belum dapat diterbitkan.

"Jika kapal belum selesai diukur maka surat izin berlayar dan persyaratan terkait lainnya belum bisa diterbitkan, sehingga otomatis pemilik kapal maupun nahkoda tidak berani beroperasi atau mencari ikan di laut," kata Teguh.

Teguh mengatakan, dengan masih banyak kapal cantrang nelayan tidak melaut maka berimbas pada aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor, Batang relatif sepi dan produksi ikan pun turun.

"Sejak Januari 2018 hingga Maret 2018, kegiatan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor, Batang menurun karena selama kurun waktu tersebut kondisi perairan di Laut Jawa tidak bersahabat. Adapun pada April 2018 masih banyak kapal cantrang yang belum berlabuh ke pelabuhan TPI," katanya.

Menurutnya, sejak awal April 2018 para nelayan sudah mulai beroperasi dan sekitar satu hingga dua minggu ke depan, kapal nelayan sudah pulang melaut dengan membawa hasil tangkapan ikan.

"Kami memperkirakan aktivitas lelang ikan di TPI Klidang Lor akan ramai pada akhir April 2018 karena saat ini masih banyak kapal nelayan yang masih berada di laut," kata Teguh Tarmujo.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)