Home » Peristiwa » Nasional

Iwan Sumule: Polisi Tak Bisa SP3 Kasus Viktor Laiskodat

print this page Kamis, 23/11/2017 | 10:38

Iwan Sumule pelapor Viktor Laiskodat. FOTO: RILIS.ID/Zul Sikumbang.

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule menilai, penghentian kasus dugaan SARA yang dilakukan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Victor Laiskodat, bisa berdampak pada keadilan.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Kepolisian dalam mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) itu bertentangan dengan aturan dasar di KUHAP.

"SP3 hanya dapat dilakukan jika tidak ada peristiwa pidananya, tidak cukup bukti, dan kadaluarsa. Diluar itu, sebuah kasus pidana tidak dapat di SP3," katanya kepada rilis.id, Jakarta, Kamis (23/11/2017)

Mule—sapaan akrab Iwan Sumule— menambahkan bila semua didasari dengan hak imunitas maka nantinya tindakan melawan hukum yang dilakukan anggota dewan akan menjadi halal.

"Sangat bahaya kalau Anggota DPR RI dilegitimasi melakukan tindak pidana memakai hak imunitas. Anggota DPR boleh membunuh, terima suap, memperkosa, dan lain-lain, karena berdalih punya hak imunitas," tandasnya.

Tak hanya itu saja, SP3 Polri dalam kasus itu, lanjutnya, juga berlawanan dengan UUD 1945. Dikatakannya, UUD 1945 Pasal 27 Ayat 1 menegaskan bahwa hak imunitas menjadi tak berlaku di mata hukum.

Adapun pasal 27 Ayat 1 berbunyi “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.”

"Ingat dengan tidak ada kecualinya, selama dia merupakan warga negara Indonesia," tegasnya.

Sementara itu, Pihak Mabes Polri sendiri membantah telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dugaan kasus penistaan yang melibatkan politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Viktor Laiskodat atau VL.

"Beredarnya berita di media yang menyatakan kasus penistaan yang melibatkan saudara VL sudah dihentikan oleh penyidik Bareskrim tidak benar," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto di Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Rikwanto menegaskan penyidik Bareskrim Mabes Polri masih menyelidiki laporan dugaan penistaan yang menyeret Ketua Fraksi Partai NasDem tersebut.

Rikwanto mengungkapkan penyidik masih memerlukan beberapa keterangan saksi yang hadir di lokasi kejadian. "Termasuk juga dari saksi ahli bahasa," ujar Rikwanto.

Penulis Tari Oktaviani
Editor Sukarjito

Tags:

Iwan SumuleKasus Viktor LaiskodatPolri