logo rilis
ITB Ingin Bermitra dengan Balai Basar Pascapanen
Kontributor
Fatah H Sidik
06 Mei 2018, 16:26 WIB
ITB Ingin Bermitra dengan Balai Basar Pascapanen
Kegiatan kunjungan mahasiswa Prodi Teknologi Pascapanen ITB ke BB Pascapanen, Bogor, Jawa Barat, 2 Mei 2018. FOTO: Balitbangtan Kementan

RILIS.ID, Bogor— Institut Teknologi Bandung (ITB) berharap, dapat bersinergi dengan Balai Besar Pascapanen Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Untuk magang atau praktik bagi para mahasiswa, misalnya.

"Semoga nantinya mahasiswa kami diizinkan, jika ada yang magang atau praktik penelitian di sini," ujar Dosen Pembimbing Program Studi Teknologi Pascapanen ITB, Dr. Yoyo Suhaya, sela mengunjungi BB Pascapanen, Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/5/2018).

Kunjungan tersebut diikuti 32 mahasiswa Prodi Teknologi Pascapanen. Kegiatan itu, bagian dari mata kuliah mesin-mesin pascapanen.

"Kunjungan ini dimaksudkan, agar mahasiswa kami tahu teknologi pascapanen di Indonesia terkini itu seperti apa, dan juga mesin-mesin yang digunakannya, serta bagaimana cara kerjanya," jelas Yoyo.

Kepala Seksi Pendayagunaan Hasil Penelitian Lina Marlina dan Sekretaris Kelompok Peneliti Abdullah bin Arif, menerima rombongan ITB. BB Pascapanen pun menyambut hangat harapan IPB.

"BB Pascapanen sangat terbuka menerima mahasiswa yang ingin magang atau praktik penelitian di sini. Tentunya disesuaikan dengan penelitian yang ada di sini," katanya.

Kegiatan diawali pemaparan teknologi ciptaan BB Pascapanen dan dilanjutkan diskusi bersama peneliti. Mahasiswa ITB terlihat antusias dan ingin mengetahui lebih lanjut teknologi BB Pascapanen, seperti biofoam, nano zeolit, dan coating.

"Kenapa teknologi biofoam ini tidak dilanjutkan kembali sampai bisa tahan terhadap air? Padahal, kemasan dari limbah pertanian ini bisa menggantikan peran styrofoam yang jelas-jelas berbahaya bagi kesehatan juga lingkungan," tanya mahasiswi ITB, Putri saat sesi tanya-jawab.

Usai berdiskusi, rombongan diajak melihat mesin pascapanen di laboratorium pengembangan BB Pascapanen. Didampingi teknisi, Abdullah menerangkan cara kerja beberapa mesin pascapanen yang ada, seperti alat penepung, alat pasteurisasi, dan vacuum drying.

Sumber: Erwan Gustiawan A/Balitbangtan Kementan


500
komentar (0)