logo rilis
Isuzu Akan Stop Produksi bila Kebijakan Euro 4 Diberlakukan
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
13 Februari 2020, 13:00 WIB
Isuzu Akan Stop Produksi bila Kebijakan Euro 4 Diberlakukan
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) akan menghentikan total produksi Panther, salah satu mobil terlarisnya yang masih ditenagai mesin Euro2 bila kebijakan Euro4 berlaku di Indonesia. 

Menurut Chief Operation Officer Astra Isuzu, Harry Kamora, Isuzu Panther memang tidak untuk Euro 4.

"Kalau Euro4 berlaku, otomatis stop (produksi). Karena mobil ini tidak untuk Euro 4. Jadi bahwa kepastian tahun depan untuk go on atau no go on enggak kelihatan. Tapi kalau Euro 4 enggak diberlakukan ya otomatis (stop produksi)," kata Harry di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Menurut dia, alasan mengapa Isuzu tidak ikut mengembangkan mesinnya menjadi Euro4 dikarenakan kebijakan tersebut tidak ditentukan oleh Isuzu Indonesia, melainkan prinsipal Jepang.

"Tentang produksi bukan kapasitas saya untuk menjawab karena itu ada di prinsipal. Kita dari Sales Operation, prinsipnya selama dari pabrikan buat mobil menggunakan mesin yang sekarang itu, ya tetap kita jual ke pasar," ujar dia.

Kendati Panther akan segera pensiun, Harry mengatakan bahwa sejauh ini penjualan di lini tersebut masih saja ada, dan didominasi oleh konsumen loyalis.

"Kalau sampai saat ini memang sebetulnya pembeli Panther itu costumer existing atau loyalists. Kalau new comer rasanya agak sulit. Hampir enggak ada," ujar Harry.

"Kalau (konsumen Panther) dari korporasi, mereka gunakan untuk operasional dan ada yang untuk rental. Untuk bank dan korporasi masih menggunakan minibus Panther karena tangguh," lanjutnya.

Sebelumnya, pada Senin (3/2/2020), General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Attias Asril mengungkapkan bahwa jika Isuzu memaksakan untuk mengembangkan Panther, itu akan memakan biaya yang besar, sedangkan saat ini versi terbaru juga sudah terisi oleh MU-X.

"Jadi kalau kita paksakan untuk ganti rasa-rasanya terlalu berat ya, jadi kami realistis saja, lagi pula kita kan ada penggantinya yaitu MU-X," kata Attias.

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID