logo rilis

Isu Tsunami, BPBD Lebak Ingatkan Warga
Kontributor
Kurnia Syahdan
06 April 2018, 11:49 WIB
 Isu Tsunami, BPBD Lebak Ingatkan Warga
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Lebak— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terus mengingatkan masyarakat yang berada di sekitar pantai selatan untuk memitigasi bencana, terutama prediksi tsunami di wilayah tersebut.

Menurut Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Lebak, Madias, mitigasi bencana ini sehubungan hasil penelitian Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memprediksi potensi tsunami setinggi 57 meter di Kabupaten Pandeglang.

"Kami terus meningkatkan pemahaman untuk penyelamatan bencana mitigasi bagi warga yang tinggal di sekitar pantai melalui sosialisasi, simulasi hingga pembangunan gedung shelter," katanya di Lebak, Jumat (6/4/2018).

Selama ini, wilayah selatan Kabupaten Lebak yang segaris panjang dengan pantai Kabupaten Pandeglang masuk zona potensi gempa tektonik dan tsunami.

Kegempaan tektonik juga tsunami hingga kini belum bisa diprediksi kapan terjadi bencana tersebut.

Namun, BPBD mengutamakan antisipasi penyelamatan, agar tidak menimbulkan korban banyak.

BPBD Lebak juga terus mengoptimalkan sosialisasi agar masyarakat yang tinggal di sekitar pantai selatan, untuk meningkatkan waspada bencana kegempaan dan tsunami.

Selain itu, kegiatan simulasi dan bagaimana masyarakat melakukan penyelamatan diri agar tidak terjebak gelombang tsunami.

Pemerintah juga membangun gedung shelter setinggi empat tingkat di Pantai Binuangeun, Kecamatan Wanasalam untuk perlindungan dan bisa menampung ribuan orang.

Bahkan, pihaknya tahun ini menerima laporan akan dibangun gedung shelter di Pantai Bayah Kecamatan Bayah.

Disamping itu, pemerintah juga  membangun jalur-jalur evakuasi agar masyarakat bisa menyelamatkan diri.

"Kami terus berupaya meningkatkan pemahaman kepada masyarakat untuk mengantisipasi bencana mitigasi agar tidak menimbulkan korban banyak," katanya menjelaskan.

Madias mengatakan, pihaknya berharap pesisir selatan Lebak dipasang sirine utama sistem peringatan dini bencana tsunami.

Pemasangan alat tersebut sangat penting untuk memitigasi kebencanaan, karena pesisir selatan Lebak dipetakan berpotensi gempa bumi tektonik dan tsunami karena berada di wilayah pertemuan (tumbukan) lempengan Samudera Hindia Australia-Benua Asia.

Terdapat enam kecamatan yaitu Kecamatan Malingping, Wanasalam, Cihara, Panggarangan, Bayah dan Cilograng yang dipetakan rawan tsunami.

"Kami berharap Lebak segera dipasang sirine tsunami yang tersebar di enam kecamatan itu," katanya.

Ia memperkirakan, masyarakat pesisir selatan sekitar 60 persen sudah memahami tentang gempa dan tsunami dan mereka minimal bisa menyelamatkan diri secara mandiri.

BPBD juga sudah membuat sekira 120 titik jalur evakuasi di enam kecamatan daerah potensi gempa bumi dan tsunami.

"Kami yakin pemasangan alat sirine itu nantinya bisa membantu masyarakat yang tinggal di pesisir Lebak bisa menyelamatkan diri dari bencana tsunami itu," tambah Madias.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)