logo rilis

Isu Tas Sembako Dinilai Bisa Turunkan Elektabilitas Jokowi
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
23 April 2018, 13:40 WIB
Isu Tas Sembako Dinilai Bisa Turunkan Elektabilitas Jokowi
Ilustrasi bagi-bagi sembako. FOTO: Tribunnews.

RILIS.ID, Jakarta— Isu soal pembelanjaan pemerintah untuk pengadaan tas sembako bantuan Presiden dinilai bisa menurunkan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi). Program ini malah bisa bikin publik antipati dengan calon incumbent tersebut.

"Kalau di-endorse terus, ini akan menurunkan citra Jokowi," kata Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada rilis.id, Senin (23/4/2018).

Menurut dia, pihak Istana harus segera memberikan klarifikasi terkait masalah ini. Sebab, dana-dana tersebut dinilai tak pantas. Di mana, ujung-ujungnya malah menimbulkan kritik publik.

Sebab, APBN ini kan bersumber dari masyarakat. Harusnya, bisa dimanfaatkan untuk bantuan ke warga miskin, semisal kesehatan dan pendidikan.

"Sekecil apapun, itu uang rakyat yang memang harus dipertanggungjawabkan untuk rakyat," tambah Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.

Sebelumnya, pada laman resmi LPSE Kementerian Keuangan tercatat "Pengadaan Tas Sembako Bantuan Presiden" dengan kode lelang 23246011. Nilai pagunya sebesar Rp 3.000.000.000 dengan harga perkiraan sendiri (HPS) paket Rp 600.000.000 menggunakan APBN 2018.

Menurut dia, pihak Istana harus segera memberikan klarifikasi. Jika tidak, isu ini bisa menjadi "bola liar", bahkan menjerumuskan ke hoaks. 

Ujang menyatakan bahwa menjadi hal biasa kalau jelang pemilu, incumbent menggunakan dana-dana APBN untuk mendekatkan diri ke masyarakat. Semisal di pilkada, anggaran hibah bansos pasti mengalami kenaikan pada masa 2 tahun sebelum pemilihan.

"Itulah keuntungan incumbent, karena bisa saja memanfaatkan dana APBN untuk pendekatan ke rakyat," katanya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)