logo rilis

Isu Pengungsi Jadi Perhatian Besar Pemerintah Indonesia
Kontributor

05 April 2018, 07:00 WIB
Isu Pengungsi Jadi Perhatian Besar Pemerintah Indonesia
Pengungsi. FOTO: Dokumen Pramuka

RILIS.ID, Jakarta— Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Carlo Tewu, mengatakan isu mengenai pengungsi saat ini mendapatkan perhatian yang cukup besar dari pemerintah Indonesia. 

Ia menyampaikan, sebagian besar pengungsi dan pencari suaka berada di negara-negara berkembang, di antaranya di Turki, Pakistan, Libanon, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

Jumlah pengungsi di Indonesia tercatat ada 13.840 jiwa, yang terdiri dari 9.795 pengungsi dan 4.045 pencari suaka.

"Dilihat dari jumlah tersebut memanglah tidak terlalu besar. Namun, perlu kita waspadai dampak negatif yang mungkin terjadi baik dari aspek ideologi, politik, sosial budaya, hukum, dan keamanan," ujar Carlo di Jakarta, (4/4/2018).

Terkait dengan itu, permasalahan pengungsi kemudian mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Indonesia. Salah satunya dengan dibentuknya satuan tugas penanganan pengungsi dan penyelundupan manusia dari luar negeri di Kemenko Polhukam.

Ia menambahkan, peran serta pemerintah daerah dalam menangani pengungsi dari luar negeri juga telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 125 Tahun 2016, yang menyatakan bahwa pemerintah daerah, kabupaten atau kota perlu menyediakan tempat penampungan sementara pengungsi dari luar negeri, dengan memperhatikan kondisi, fasilitas, serta kriteria.

Selain itu, untuk mengawasi para pengungsi dan pencari suaka di tempat penampungan sementara, dalam Perpres itu juga dikatakan bahwa pemerintah daerah, kabupaten atau kota perlu menyusun aturan atau tata tertib bersama terkait Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) dengan menyesuaikan adat istiadat dan kearifan lokal setempat.

"Perpres itu juga mengamanatkan Badan Pencarian dan Pertolongan untuk membuat peraturan dalam hal penemuan pengungsi dari luar negeri di wilayah perairan Indonesia dalam keadaan darurat, serta kepolisian dalam hal pengamanan para pengungsi dari luar negeri," jelas Carlo.

Data dari United Nation High Commissioner for Refugees (UNHCR) menunjukan ada lebih dari 22 juta pengungsi serta pencari suaka di tingkat global saat ini, dan jumlah mereka beberapa tahun belakangan tercatat terus meningkat.

UNHCR juga mencatat krisis pengungsi beberapa tahun belakangan ini merupakan yang terparah sejak Perang Dunia ke-2.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)