logo rilis
Isu Gempa dan Tsunami Hebat, Kenali Dulu Penyebabnya
Kontributor
Yayat R Cipasang
07 April 2018, 13:04 WIB
Isu Gempa dan Tsunami Hebat, Kenali Dulu Penyebabnya
ILUSTRASI: Hafiz

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kasbani menegaskan sampai saat ini belum ada ilmu yang bisa memprediksi terjadi gempa bumi dan juga tsunami.

"Tsunami tidak dapat diprediksi kapan terjadinya, kecuali gempanya sudah terjadi. Potensi tsunami selalu mungkin terjadi di pantai-pantai wilayah Jawa, Sumatera, juga Nusa Tenggara. Nah yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan mitigasi bencana geologinya", jelas Kasbani seperti disitat rilis.id dari laman Kementerian ESDM, Sabtu (7/4/208).

Indonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif utama dunia (Indo-Australia, Pasifik dan Eurasia), kata Kasbani, memiliki potensi bencana geologi. Salah satunya adalah gempa bumi yang dapat mengakibatkan tsunami, tergantung dari kekuatan gempa, letak pusat gempa dan kedalaman gempanya. 

"Tsunami dapat disebabkan oleh tiga hal yaitu gempa bumi, ini hampir 80 persen, erupsi gunung api, dan longsor bawah laut. Untuk terjadinya tsunami ada beberapa persyaratan, yaitu magnitudo gempa besar, letak gempa ada di laut dan kedalamannya dangkal", ujarnya.

Bila ditelisik dari hasil kajian ilmiah dan sejarah kejadian bencana tsunami, ungkap Kasbani, wilayah Selatan Jawa memang merupakan salah satu wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana tsunami.

"Namun hal tersebut sebaiknya tidak dihadapi dengan kepanikan, tetapi untuk kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dan semua pihak dalam melakukan upaya mitigasi bencana tsunami", tambahnya.

Badan Geologi sendiri, telah membuat pemodelan seberapa besar tinggi tsunami dan berapa jauh sampai ke darat. "Ini tergantung pada banyak hal yaitu adanya penghalang atau tidak, bentuk topografi, banyak tumbuhan atau tidak, yang banyak mempengaruhi landaan ke darat. Kami juga sudah melakukan pemodelan untuk memprediksi gelombang tsunami yang akan muncul", tambahnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)