logo rilis
Isu Dukung Anies, Saddam: Oknum KAHMI Jangan Catut Nama HMI
Kontributor
Yayat R Cipasang
11 Juli 2018, 14:10 WIB
Isu Dukung Anies, Saddam: Oknum KAHMI Jangan Catut Nama HMI
Ketua Umum PB HMI Respiratori Saddam Al Jihad. FOTO: hmi

RILIS.ID, Jakarta— Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mengkritisi meme dan rencana deklarasi calon presiden Anies Baswedan yang diusung oleh Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI).

Ketua Umum PB HMI Respiratori Saddam Al Jihad menyatakan, secara institusi HMI tidak terlibat dalam politik praktis. 

"Apabila ingin mendukung calon presiden di tahun 2019 ya silakan, tetapi jangan mengatasnamakan HMI.  Apalagi dengan menyebut jumlah kader HMI sebanyak 500.000 yang akan memilih Anies Baswedan, itu namanya klaim," ujar Saddam melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (11/07/2018).

Ia juga mengklarifikasi terkait pesan yang beredar di media sosial dan group whatsapp alumni. Bahwa itu adalah sikap politik individu KAHMI.

"Undangan yang beredar di pesan whatsapps alumni dan grup kader merupakan suatu bentuk pengklaiman sepihak oleh oknum KAHMI. Sebab, HMI secara institusi tidak akan terlibat dalam agenda deklarasi. Justru pesan tersebut telah menciptakan kegaduhan di internal HMI," tegas pria asal Lampung ini.

Saddam menambahkan, anggota HMI secara individu  maupun organisasi memiliki pedoman khusus tentang pola dan tindak tanduk kadernya yang termaktub dalam tafsir independensi etis dan organisatoris.

"Jika ada pengurus KAHMI  mengajak anggota HMI  untuk deklarasi mendukung Anis Baswedan, itu artinya yang bersangkutan tidak memahami makna independensi etis dan organisatoris. Bisa dipastikan oknum tersebut tidak tuntas ber-HMI," tukasnya.

Ketua Presidium MN KAHMI Siti Zuhro membantah isu silaturahmi dan halalihalal di Balai Agung sebagai ajang deklarasi pencapresan Anies Baswedan.

"Itu, hoaks," tandas Siti Zuhro saat dimintai konfirmasi rilis.id, Rabu (11/7/2018). 

Profesor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini membenarkan acara digelar di lingkungan Balaikota tapi bukan untuk deklarasi siapapun. Acara memang rencananya juga akan dihadiri Gubernur Anies Baswedan.

"KAHMI konsisten menjaga komitmen dan tetap independen," ujar Siti Zuhro.

"KAHMI tidak berpolitik praktis karena kami bukan parpol dan tidak bisa digunakan sebagai 'mesin' parpol. Pengadian KAHMI untuk NKRI," tambahnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)