logo rilis

Istana Minta Penanganan Bom Medan Dilakukan dengan Cepat
Kontributor
Elvi R
13 November 2019, 15:39 WIB
Istana Minta Penanganan Bom Medan Dilakukan dengan Cepat
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Istana negara melalui Juru Bicara Presiden M. Fadjroel Rachman angkat bicara mengenai teror bom di halaman dalam Mapoltarestabes Medan, Rabu (13/11/2019) pagi ini.

Dalam keterangan pers yang diterima rilis.id mengatakan, aksi teror dalam bentuk bom bunuh diri merupakan bentuk kejahatan dari kelompok tidak manusiawi. Enam polisi mengalami luka-luka cukup parah akibat ledakan tersebut.

"Pemerintah tidak akan memberi toleransi sedikitpun terhadap aksi terorisme," ungkapnya, Rabu (13/11/2019).

Menurutnya, para pelaku atau kelompok terorisme akan terus dikejar, ditangkap dan diadili oleh sistem hukum yang berlaku. Negara memiliki aparatur keamanan berkualitas secara pengorganisasian dan keterampilan yang selalu siap bekerja mengatasi aksi-aksi terorisme.

"Pemerintah tidak membiarkan aksi teror mampu mengganggu keamanan, ketenangan dan produktivitas sosial ekonomi masyarakat," jelas Fadjroel.

Lebih lanjut, dia menilai, siapapun individu yang menjadi rakyat Indonesia akan mendapatkan perlindungan keamanan sebaik mungkin dari negara.

Presiden memerintahkan penanganan, baik pencegahan dan penanggulangan, kejahatan terorisme dengan mengaktifkan kerjasama aktif seluruh pihak baik pemerintah dan masyarakat.

"Kerjasama aktif tersebut akan mengalahkan terorisme demi Indonesia maju," pungkasnya.

Sebelumnya, pelaku terduga bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, terungkap. Pelaku bernama Rabbial Muslim Nasution lahir 11 Agustus 1995. 

Pelaku berstatus sebagai pelajar/mahasiswa ini tewas pada pukul 08.45 WIB, Rabu (13/11/2019).

Ada enam orang yang menjadi korban luka akibat ledakan itu.Pelaku diduga mengenakan atribut ojek online. Polrestabes Medan masih dijaga ketat usai ledakan.

Hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa RMN merupakan pelaku teror perorangan atau lonewolf.

"Pengembangan (kasus) masih dilakukan oleh tim di lapangan," katanya.

Dedi menyebut, dalam melakukan aksinya, RMN melilitkan bom di pinggangnya.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID