logo rilis
Isran Noor: Saya Masih Tunggu Kepastian Rusia Bangun Jalur Kereta Lintas Kalimantan
Kontributor

26 Desember 2018, 18:29 WIB
Isran Noor: Saya Masih Tunggu Kepastian Rusia Bangun Jalur Kereta Lintas Kalimantan
FOTO: Humas Pemprov Kaltim

SUDAH hampir tiga tahun lalu rencana pembangunan kereta api lintas Kalimantan disepakati. Namun sampai saat ini belum juga terwujud. Rusia yang tadinya akan menggarap lewat BUMN-nya belakangan dialihkan ke investor partikelir perkerataapian tetapi juga tak kunjung jadi.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor meminta ketegasan Rusia untuk memberikan kepastian projek senilai Rp70 triliun itu berlanjut atau dihentikan.

Pertemuannya dengan Dubes Rusia untuk Indonesia H.E. Lyudmila Georgievna Vorobieva dalam pertemuan Regional Diplomatic Meeting di Bali, baru-baru ini, menjadi ajang Isran Noor untuk mencurahkan kegusarannya.

Seperti apa materi pembicaraan Isran Noor dengan Dubes Lyudmila berikut perbincangannya dengan redaktur RILIS.ID Yayat R Cipasang di bilangan Legian.

Apa yang dibahas dalam pertemuan dengan Dubes Lyudmila?

Jadi ini menindaklanjuti kesepakatan untuk pembangunan projek kereta api di Kalimantan Timur. Kesepakatan itu sudah dicanangkan tiga tahun yang lalu.

Hingga tahun 2018 ini boleh dikatakan tidak ada perkembangan. Mungkin karena ada komunikasi yang kurang bagus. Dikatakan bahwa yang akan membangun itu dialihkan ke pihak swasta Rusia tetapi juga akhirnya gagal.

Bagaimana sikap Rusia atas mangkraknya kesepakatan tersebut?

Nah, katanya sekarang akan kembali dialihkan ke BUMN kereta api Rusia. Kita lihat saja seperti apa.

Rencana pembangunan trans-Kalimantan itu sangat kuat kan?

Ya, kesepakatan ini juga didukung oleh kesepakatan kepala negara baik Rusia maupun Indonesia. Pak Vladimir Putin dan Jokowi waktu bertemu di Singapura.

Jadi untuk menindaklanjuti ini saya hanya minta kesempatan lagi hingga akhir Januari atau awal Februari 2019. Rencananya akan datang tim dari Rusia.

Kongkretnya?

Perwakilan mereka yang ada di Jakarta akan terlebih dahulu datang ke Kalimantan Timur untuk melakukan pembicaraan awal sebelum tim dari Rusia datang.

Saya minta ketegasan kalau memang mau jalan harus ada keputusan yang tegas mengenai waktunya. Kalau nggak ya berhenti saja. Banyak investor lain yang mau.

Sebenarnya apa sih hambatannya?

Hambatannya bagi kita ngak ada masalah. Kita tidak tahu hambatan dari mereka. 

Bisa saja tetapi belum pasti juga. Kalau saya ngak berani mengatakan mereka ragu.

Mungkin ada masalah di pihak mereka kalau kita tak ada masalah. Makin cepat makin bagus. Ikat sepat ikan gabus.

Apakah kesepakatan kembali ke nol?

Nggak. Nggak sampai nol sih. Cuma saya minta ketegasan saja.

Nanti setelah mereka datang ke Indonesia di sana kita akan tahu. Kapan kepastiannya. Dan keputusannya bisa lanjut atau tidak.

Dan kalau pendapat saya kalau nggak keruan-keruan sudah saja jangan dilanjutkan . 

Ada penggantinya selain Rusia?

Banyak. Investor itu sepanjang fisibel dan kelihatan ada profit yang memadai banyak yang tertarik.

Kalau investor dari China?

China nggak ada. Yang kemungkinan itu dari Jepang. China itu kan sudah banyak projeknya. Bagi-bagilah.

Berapa total investasi untuk projek kereta lintas Kalimantan ini?

Katanya mereka menyiapkan dana sampai Rp70 triliun. Itu cukup untuk 300 kilometer.

Ada dua jalur, jalur utara dan jalur selatan. Belum sampai double track. Nanti akan kita bahas double track atau tidak.

Apa kemudahan investasi yang diberikan Pemprov Kalimantan Timur?

Kenapa tidak? Tak ada masalah. Paling kendala sosial seperti pembebasan dan kepemilikan lahan kan itu bisa diatasi. Ada aturan mainnya.

Terkait perijinan di daerah termasuk pembebasan lahan, pemerintah daerah siap mendukung dan memfasilitasi. Investasi kan sudah besar. Sudah miliaran ya. Sayang kalau tidak dilanjutkan.

Apakah fungsi kereta lintas Kalimantan masih sesuai rencana awal?

Pertama tentu direncanakan untuk angkutan tambang. Nanti setelah itu kemungkinan dipersiapkan untuk penumpang dan logistik. Termasuk untuk angkutan militer. Untuk perang. Perang melawan kemiskinan. Hahahaha
 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID