logo rilis
Irma Chaniago, Sempat Stres Jadi Anggota DPR
Kontributor
Yayat R Cipasang
30 Mei 2018, 14:02 WIB
Irma Chaniago, Sempat Stres Jadi Anggota DPR
ILUSTRASI: Hafiz

SAAT terpilih menjadi anggota DPR pada Pemilu 2014, Irma Chaniago tentu sangat bungah. Tetapi cerita menjadi lain ketika rapat-rapat rutin dan maraton di Senayan sudah dimulai.

Irma yang kelahiran Metro, 6 Oktober 1965 sempat stres di awal-awal menjadi legislator dari Partai Nasdem. Sedikitnya tiga kali dalam sebulan harus mampir ke instalasi gawat darurat (IGD) lantaran asam lambung kumat. Nah, lho?

Rupanya, pemilik nama lengkap Irma Suryani Chaniago ini di awal-awal kariernya sebagai wakil rakyat sangat gagap dengan suasana kerja di DPR yang dianggap aneh. "Saya belum bisa terima kenyataan ketika tengah sidang, kita berdebat sampai tarik urat dan bahkan sampai pukul meja eh setelah keluar sidang kita malah tos-tosan dan salam-salaman," tutur Irma saat menjadi pembicara dalam acara buka puasa bersama rilis.id dan holding PT Agrokimia di Hotel Puri Depasar,  Jakarta, Senin (28/5/2018).

Irma mengaku sempat berkelabat dalam pikirannya untuk menyerah alias mundur sebagai wakil rakyat di Senayan. Keluarga pun sudah mengamininya.

Namun, suatu hari Irma bertemu guru politiknya yang juga seorang budayawan Eros Djarot. Keluhannya selama menjalani tugas sebagai aggota DPR disampaikannya tanpa ada yang ditutupi. Sarannya cukup mengejutkan. Ketua Umum DPP Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) Nasdem ini diminta terus melanjutkan kariernya sebagai politisi Senayan.

"Ngapain mundur. Dibikin santai saja. Jangan stres," kata Irma mengutip pernyataan Eros Djarot.

Petuah sang guru politik ini sampai kini membuat Irma kuat menjalani keseharian menjadi wakil rakyat dan tidak merasakan asam lambung kumat. Apalagi Irma memiliki prinsip tidak ada istilah menangis untuk urusa dunia. "Menangis itu haya untuk urusan akhirat," ujar Ketua Umum DPP Garda Wanita Malahayati ini.

Satu-satunya masalah, dokter menyarankan Irma untuk lebih banyak berjemur. Rupanya selama menjadi anggota DPR, Irma kurang mendapat paparan sinar matahari. Padahal negeri ini sangat melimpah dengan cahaya matahari.

Berangkat subuh dari rumah kemudian masuk mobil selanjutnya rapat-rapat sampai malam di DPR membuat Irma sangat kurang mendapat sinar matahari. Akibatnya tubuh Irma kekuragan vitamin D.

"Jadinya sekarang saya harus rajin berjemur dan anak saya selalu ngeledek 'lihat tuh ada bayi tua tengah berjemur'," canda alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia ini.

Irma terpilih menjadi anggota DPR daerah pemilihan Sumatra Selatan II yang meliputi Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Ilir, Empat Lawang, serta Kota Muara Enim, Lahat, Pagar Alam, dan Prabumulih. 

Peraih 70 ribu suara ini belakangan semakin nyaring dan lantang ketika bicara soal buruh, tenaga kerja dan juga permasalahan kesehatan di Indonesia. Irma juga beberapa kali tampil di televisi mewakili partai dan terlihat cakap berdebat dengan lawa-lawan politiknya.

Irma juga sepertinya sudah menikmati aktivitasnya kesehariaya sebagai aggota DPR. Kalau menurut istilah anak zaman kiwari tidak lagi baper (bawa perasaan). Karena itu pada Pemilu 2019, Irma pun sudah ancang-ancang lagi untuk ikut pencalegann dari dapil yang sama.

"Saya lebih percaya dengan terjun langsung dan berbaur dengan masyarakat dibandingkan beriklan lewat media arus utama  atau bersosialisasi lewat medsos," kata Irma bercerita tentang caranya menjaring suara.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)