logo rilis
Irlandia Gelar Referendum UU Kontroversial soal Aborsi
Kontributor
Syahrain F.
26 Mei 2018, 17:03 WIB
Irlandia Gelar Referendum UU Kontroversial soal Aborsi
"Saya berusia 9 bulan. Saya bisa menguap dan menendang-nendang. Jangan bunuh saya", "Vote NO! Selamatkan keduanya (ibu dan bayi)" merupakan pesan yang tertulis dalam poster penolakan terhadap UU aborsi yang tampak di jalan-jalan kota Irlandia. Credit: CNN/Kara Fox

RILIS.ID, London— Sekitar 3,2 juta warga Irlandia pada Jumat (25/5/2018) berpartisipasi dalam referendum bersejarah untuk memutuskan apakah undang-undang tentang aborsi akan diubah atau tidak.

Hasil referendum itu nantinya akan berpengaruh pada masa depan Amandemen Delapan, yang menganggap nyawa janin sama berharganya dengan nyawa ibu, sehingga opsi aborsi menjadi pilihan yang sulit bagi mereka yang tidak menginginkan kelahiran anak.

Melansir Anadolu Agency, Perdana Menteri Leo Varadkar, yang telah berkampanye untuk mendukung perubahan undang-undang mengatakan, "Saya tahu ini akan menjadi pilihan yang sulit untuk penduduk Irlandia, namun kita tidak akan punya kesempatan lagi untuk memutuskan masa depan undang-undang ini untuk waktu yang lama," ujarnya.

Aborsi merupakan isu sensitif bagi warga Irlandia yang mayoritas memeluk agama Katolik. Gereja Katolik di Roma pun menentang aborsi.

Hingga saat ini, aborsi hanya diperbolehkan ketika nyawa sang ibu dalam bahaya.

Jika disahkan, artikel konstitusional baru itu akan membuka jalan bagi parlemen untuk menyetujui aborsi.

Rancangan undang-undang ini akan memperbolehkan praktik aborsi bagi perempuan dengan usia kehamilan hingga 12 pekan--yang ditentang oleh kalangan pemeluk Katolik.

Menurut data Departemen Kesehatan Inggris, sejak tahun 1980 hingga 2016, sebanyak 168.705 perempuan Irlandia pergi ke Amerika Serikat mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan--alih-alih menghindari perbuatan yang menjadi sebab "kehamilan yang tak diinginkan".

Tempat pemungutan suara dibuka mulai pukul 19.00 waktu setempat dan akan berakhir pada pukul 22.00.


500
komentar (0)