Home » Muda

IPNU: Publik Dibuat Bingung dengan Kasus E-KTP

print this page Jumat, 17/11/2017 | 23:04

ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlathul Ulama (PW IPNU) Jawa Tengah menilai, publik hingga kini dibuat bingung dengan kasus e-KTP. Mulai dari adegan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) versus DPR hingga yang paling "menggelitik", kecelakaan Setya Novanto.

"Menurut saya, KPK belum berhasil melawan kejahatan mega korupsi ini. Terbukti, seperti KPK dibuat kewalahan, sampai-sampai mau menjemput paksa di rumahnya aja kecolongan. Ini yang menjadi penilaian kita KPK belum mampu," kata Ketua PW IPNU Jateng, Ferial Farkhan Ibnu Akhmad, kepada rilis.id di Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Menurutnya, kecelakaan yang menimpa Novanto memang sangat menggelikan. Sehingga, muncul kesan menghindar dari proses hukum. "Mulai dari sakit jantung sampai kecelakaan, jujur, ini membuat muak publik," ketusnya.

Meskipun begitu, Ferial menilai, Presiden sudah melakukan langkah yang benar. Sebab, menyerahkan kepada KPK untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan tak mengintervensi kasus tersebut. "Tapi, juga nanti masih juga tidak ada ujungnya," terka dia.

Karenanya, Ferial berharap, Presiden mengambil langkah tegas. Apalagi, baginya, Novanto merupakan kunci perkara e-KTP. "Jika Setnov sudah terbukti bersalah, mungkin semua orang yang terlibat dalam e-KPT akan terkuak semua," tutupnya.

Penulis Henrikus Setyadi
Editor Fatah H Sidik

Tags:

IPNUFerial FarkhanKPKSetya NovantoE-KTP